Tips memilih waktu belajar berdasarkan lokasi
Belajar merupakan salah satu upaya untuk mengubah diri menjadi semakin pandai. Pandai dalam konteks ini bukan sekadar pandai dalam hal ini, namun pengalaman pun juga termasuk bagian kecil dari sebuah kepandaian. Banyak yang mengatakan, pengalaman adalah ilmu paling berharga. Nilai berharganya sebuah pengalaman, pun bergantung pada kebutuhan pemilik pengalaman itu.Agar seseorang bisa cepat dalam menerima ilmu atau mencari pengalaman, dibutuhkan satu trik yang tepat. Trik ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang tak ingin membuang waktu dalam mencari ilmu atau menambah pengalaman. Berikut ini adalah triknya.Aspek utama dalam belajar adalah tentang lokasi. Artinya, memilih lokasi yang sesuai untuk belajar. Lokasi belajar bisa dipilih sesuai dengan kondisi fisik, kebutuhan suasana, atau waktu. Dari ketiga hal itu, Anda bisa menenukan berdasarkan kondisi fisik. Jika Anda adalah orang yang bisa menempatkan diri dalam segala jenis tempat belajar, maka Anda tidak akan mengalami kesulitan apapun.Berbeda jika Anda harus bergantung pada sarana tertentu agar bisa belajar dengan nyaman, misalnya membutuhkan kursi untuk duduk berlama-lama, atau membutuhkan kipas angin sebab Anda tidak kuat jika mengalamin kegerahan. Kemudian, tentang suasana. Suasana belajar bisa Anda tentukan misalnya berdasarkan tingkat keramaian atau kebisingan. Bagi Anda yang terbiasa dengan suasana ramai, Anda bisa belajar di mana pun tempatnya. Jika tidak, berarti Anda harus memilih tempat yang tenang dan bahkan mungkin harus menyendiri.Selanjutnya adalah tentang waktu. Yang bisa dipilih dari hal ini adalah ketersediaan kesempatan Anda sesuai dengan kesibukan yang Anda jalani. Jika Anda adalah pekerja pagi hingga sore, maka malam adalah saat yang tepat untuk belajar. Namun jika Anda adalah seseorang yang bekeja secara shift, maka Anda harus pandai-pandai memilih dan menentukan waku belajar Anda, walaupun hanya beberapa saat saja. Untuk aspek lain yang menjadi bagian dari tips belajar, akan diulas pada artikel selanjutnya. Selamat mencoba. (hasca)
Lengkapi berkas, hindari salah data
Teknologi digital dinilai makin memudahkan segala urusan. Tak terkecuali urusan data mahasiswa UT. Pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh ini, mewajibkan mahasiswanya untuk melengkapi semua dokumen pribadi mahasiswanya, mulai dari fotokopi KTP, ijazah dan transkrip yang dilegalisir, hingga bukti status kerja. Semua itu diperlukan untuk keperluan mahasiswa, agar terhindar dari kesalahan dan pemalsuan data oleh pihak yang tak bertanggung jawab.Selain menghindari kesalahan tadi, dengan disiplin berkas itu mahasiswa juga mudah melacak bekas pribadi mereka dan melakukan update sesuai kondisi terkini. Keabsahan dokumen itu menjadi salah satu syarat terbitnya nilai ujian akhir semester mahasiswa. Kemampuan semacam inilah yang makin menempatkan UT sebagai perguruan tinggi dengan jaminan kualitas dan akurasi dokumen terkendali.Memang bukan perkara mudah untuk mewujudkan hal ini. Namun, UT terus berupaya mengamankan keberadaan dan hak mahasiswa secara dini. Berbagai pengingatan terus disampaikan kepada mahasiswa dan mitra UT Semarang agar semua kepentingan stakeholders pun terasa nyaman. Direktur UT Semarang, Dra Barokah Widuroyekti, M. Pd dalam kegiatan rapat koordinasi penelusuran dokumen mahasiswa baru-baru ini menyatakan bahwa semua staf UT Semarang berkewajiban untuk memeriksa, memastikan, dan menghubungi mahasiswa jika terjadi kekurangan dokumen. Adapun berkas yang perlu dipastikan kelengkapannya antara lain adalah fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir, pas foto berwarna ukuran 2×3 dan 3×4 masing-masing 2 lembar, fotokopi KTP, surat pernyataan layanan sipas (jika memilih jenis ini), surat keterangan mengajar (jika menempuh program guru SD dan PAUD), mengisi form penilaian kinerja oleh kepala sekolah, materai 6.000 sebanyak dua buah, serta jangan lupa mengisi form F1E. Semua berkas itu harus sudah terupload dalam sistem registrasi UT paling lambat 16 Oktober 2020. Oleh karena mendesaknya keperluan itu, maka mahasisww UT Semarang dihimbau untuk memastikan dan bersikap kooperatif apabila menyadari bahwa mereka belum melengkapi persyaratan tersebut. Jika mahasiswa merasa masih memiliki kekurangan berkas, mereka dihimbau untuk menghubungi petugas UT Semarang atau para penanggung jawab wilayah (PJW) sesuai dengan wilayah kabupaten dan kota mahasiswa. “Tidak boleh lagi ada yang tercecer, tertinggal, atau hal lain yang menyebabkan terhambatnya proses belajar mahasiswa. Untuk itu, semua unsur pimpinan dan staf UT Semarang harus bertanggung jawab menyelesaikan urusan ini”, tegasnya. Ia pun berharap agar kelengkapan dokumen bisa segera diselesaikan dalam kurun waktu satu minggu. Dengan berbagai kesibukan di semua lini UPBJJ-UT Semarang, ia tetap berpesan agar semua menjaga kondisi kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah. Demikian juga untuk semua tamu, mahasiswa, alumni, atau mitra UT Semarang, tetap mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. (hasca)
Strategi Belajar Mandiri dan Efektif di UT
Di awal tahun 2018 ini, Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Semarang, menerima pendaftaran mahasiswa baru Program Pendidikan Dasar (Pendas). Program ini memberikan layanan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi pada Program Studi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Kedua program studi itu pun memberikan layanan bagi calon mahasiswa yang sudah memiliki gelar sarjana, namun membutuhkan pendidikan lanjutan sebagai syarat profesionalisme guru. Khusus untuk yang sudah bergelar sarjana, UT menyebutnya sebagai mahasiswa S1 PGPAUD atau PGSD BI (bidang ilmu). Tidak semua calon mahasiswa UT memiliki pemahaman mengenai konsep pendidikan tinggi, terbuka, dan jarak jauh yang diterapkan oleh UT. Mereka perlu mendapatkan bekal tentang hal ini, yang dapat disampaikan dalam kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB). UT yang tiap semester membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru, di awal semester 2018 ini UPBJJ-UT Semarang memperoleh mahasiswa sebanyak 940 mahasiswa. Jumlah ini masih akan terus diupayakan kenaikannya di semester mendatang. Untuk kegiatan OSMB, UPBJJ-UT Semarang menyelenggarakan di Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, dan Pekalongan. Adapun mahasiswa yang tinggal di kota dan kabupaten Semarang, pelaksanaannya di Kantor UPBJJ-UT Semarang Jalan Raya Semarang-Kendal KM 14,5 Mangkang Wetan, Semarang. Melalui kegiatan orientasi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman baru mengenai konsep belajar mandiri dengan memanfaatkan waktu luang mereka sebagai seorang guru. Meskipun jam kerja harus ditempuh hingga sore pada tiap harinya, namun UT sudah memberikan satu model skema belajar praktis untuk mendukung proses belajar mandiri tersebut. Begitu pula dengan mekanisme strategi belajar efektif. Konteks belajar efektif bukan hanya slogan semata, namun ada cara jitu yang mereka dapat pahami dan lakukan secara mandiri. Selain belajar mandiri, mahasiswa juga dapat belajar secara berkelompok dengan mahasiswa lain tetapi dalam program studi dan semester yang sama, yang dibentuk dalam naungan sebuah kelompok belajar. Kelompok belajar semacam ini memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan tutorial tatap muka. Kegiatan tutorial tatap muka yang diselenggarakan di lokasi tutorial terdekat dengan domisili mahasiswa, akan memberikan kontribusi nilai ujian akhir semester sebesar 50% apabila memenuhi syarat tertentu. Hal semacam inilah yang terkadang sering masyarakat saksikan di wilayah setempat, terkumpul satu komunitas mahasiswa UT yang belajar bersama di suatu sekolah atau instansi tertentu. Merekalah yang disebut sebagai mahasiswa dalam kelompok belajar UT. Pertemuan tatap muka mereka, dilakukan sebanyak delapan kali untuk tiap semester. Itu artinya, mereka bertemu dalam kurun delapan minggu atau dua bulan. Kesempatan semacam ini tidak disia-siakan oleh mahasiswa, karena mereka dapat bertemu dengan teman sejawat dari lokasi sekolah atau tempat bekerja yang berbeda, sekaligu berdiskusi secara langsung dengan tutor. Kegiatan mereka akan berakhir paling tidak dua minggu sebelum pelaksanaan ujian akhir semester. Waktu jeda sebanyak itu, dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menyusun rangkuman, mengerjakan latihan mandiri, melakukan interaksi secara online dengan dosen di UT Pusat atau UPBJJ, serta melengkapi keperluan ujian. Inilah kesempatan belajar mandiri mahasiswa UT, yang keberadaannya sangat dibutuhkan demi meningkatkan jenjang karir dan pendidikan mereka di kemudian hari. (hasca)
UT Bukan Lagi Pilihan, Tapi Tujuan
“Jalin kerja sama yang baik dengan semua pihak. Buka kesempatan belajar untuk semua komponen instansi di tempat kita bisa mengembangkan diri”. Begitulah kira-kira paparan Rektor UT, Prof Ojat Darojat, M. Bus., Ph.D., di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Nasional Anggaran Universitas Terbuka minggu lalu. Statemen tersebut memicu semangat UPBJJ-UT Semarang dengan menggayuh Kodam IV Diponegoro untuk melakukan sosialisasi produk akademik UT. Benar sekali. Di luar dugaan, kesempatan pun diberikan oleh pihak Kodam IV Diponegoro, pada saat yang sangat istimewa tengah mengundang para pejabat Kasie Personalia di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY. Di hadapan peserta Rakernispers Angkatan Darat ini, UT menyampaikan gagasan kerja sama dengan memanfaatkan layanan pendidikan tinggi setara S-1 dan S-2 bagi para tamtama sampai perwira. Pertanyaan bertubi-tubi diutarakan oleh peserta Rapat Kerja Teknis Personalia yang hadir di Aula Satria Watugong Semarang setelah Kepala UPBJJ-UT Semarang (Dr. Suparti, M. Pd) memaparkan program-program unggulan UT beserta fleksibilitasnya. Mereka tampak antusias menanyakan kesempatan belajar di UT. “Dulu sekitar tahun 90-an TNI AD pernah bekerja sama dengan UT. Setahu saya, dulu pernah ada program bagi para perwira untuk berkuliah di UT dengan menempuh beberapa semester setelah mendapat pengakuan atau bebas beberapa semester, akan tetapi sekarang saya tidak mengetahui perkembangannya lagi. Apakah masih memungkinkan dijalin kerja sama lagi? Nah ini kesempatan buat mereka untuk bisa meneruskan kuliah di UT”, ujar salah satu peserta. Kemungkinan tersebut terbuka lebar. Bahkan untuk memulainya, saat ini merupakan waktu yang tepat karena di saat ini, hampir semua program studi memiliki akreditasi minimal B bahkan beberapa program studi sudah terkreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Dan untuk level internasional, UT sudah mengantongi sertifikat akreditasi internasional yang diterbitkan oleh International Council for Distance Education (ICDE) untuk bidang pendidikan jarak jauh. Dalam kesempatan ini pula, disampaikan peran UT sebagai institusi penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang berupaya menjadikan dirinya sebagai benchmark di tanah air. Hingga kini pun, sudah semestinya UT mampu mengubah mindset masyarakat untuk belajar dari model non jarak jauh menuju online learning. Hal ini selaras dengan harapan Menristekdikti, Prof M. Natsir, M.Sc. yang menginginkan UT sebagai leader cyber university. Harapan ini tentu harus dibuktikan dengan wujud nyata berupa kontribusi UT kepada pemerintah dalam meningkatkan angka partisisipasi dalam pendidikan tinggi berkualitas yang bisa menembus semua lapisan masyarakat di manapun berada. Tentunya UT siap menyambut harapan Menristekdikti dengan semangat dan optimis. Dalam rangka mewujudkan harapan tersebut, semua komponen UT harus bekerja keras dan memiliki langkah –langkah strategis untuk mewujudkannya. Seperti halnya UPBJJ-UT Semarang semua komponen bekerja keras tanpa kenal lelah dalam berbagai kesempatan untuk memasyarakatkan UT kapan pun dan di mana pun. Dalam kesempatan ini, berkenan bertukar cindera mata Aspers Kasdam IV Diponegoro, Bapak Kolonel Inf. Gatot Heru Buana, S.H. dan Kepala UPBJJ-UT Semarang. Harapan besar pun tercurah semoga UT dan Kodam IV Diponegoro bisa bersinergi bersama untuk meningkatkan kompetensi SDM para perwira Angkatan Darat dan bagi UT untuk meningkatkan angka partisipasi kasar mahasiswa UT. (binti-hasca)
Nilai Plus Belajar Mandiri di Universitas Terbuka
Sebagai institusi pioner penyelenggara program Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) Universitas Terbuka (UT) selalu menjalin kerja sama dengan berbagai mitra. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan proses belajar mahasiswa yang secara faktual tersebar di seluruh pelosok nusantara. Termasuk juga dalam hal ini adalah mahasiswa yang ada di UPBJJ-UT Semarang dan Provinsi Jawa Tengah lainnya. Di usia yang sudah lebih dari tiga dekade ini, UT semakin memantapkan kiprah dan prestasinya. Dalam hal kerja sama, selain menjalin kemitraan dengan satuan kerja Pemerintah Kabupaten/Kota (BKPP, BPKAD, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olah Raga) yang ada di seluruh wilayah kerja UPBJJ-UT, UT juga bekerja sama dengan BRI, BTN, Bank Mandiri, Alfamart (untuk pembayaran) juga bermitra dengan PT Pos Indonesia (Posindo) dalam hal layanan distribusi bahan ajar. Bagi UT, kerja sama dengan PT Pos bukan hanya dalam hal distribusi bahan ajar namun juga untuk kepentingan pengiriman naskah dan hasil ujian akhir semester mahasiswa. Untuk memperlancar proses distribusi bahan belajar dan ujian mahasiswa, produk lainnya tersebut PT Posindo mengerahkan armadanya. Selain dengan PT Posindo, UT juga bermitra dengan vendor lain, misalnya dalam hal pengiriman bahan ajar dari kantor UT Pusat ke UPBJJ-UT seluruh Indonesia dan luar negeri. Kemitraan tersebut melalui proses lelang yang dilakukan di kantor UT Pusat. Vendor tersebutlah yang mengirimkan ke UPBJJ-UT berdasarkan permintaan sesuai stok opname yang dilakukan sebelumnya. Bahan ajar ini nantinya harus didistribusikan kepada mahasiswa sampai ke kelompok belajar dan kepada tutor pengampu mata kuliah tutorial tatap muka pada saat pembekalan tutor. Tentu hal ini bukan perkara mudah dalam hal pendistribusiannya. Perlu ada kecermatan dan akurasi data yang valid, sehingga tidak ada kekeliruan distribusi bahan ajar. Apabila terjadi selisih satu paket saja, akan mempengaruhi proses belajar mahasiswa di semester berjalan. Dan ini sangat merugikan mahasiswa. Untuk itulah, UT sangat mencermati hal detail semacam ini demi memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa yang ada di pelosok nusantara. Kepedulian kami pun bukannya tanpa kekurangan. Masih banyak hal yang harus dibenahi mengingat jangkauan mahasiswa UT hingga pelosok desa, yang memungkinkan potensi kesalahan bisa saja terjadi suatu saat. Akan tetapi, UT pun sudah membentengi dirinya dengan sebuah tatanan prosedural yang dinilai secara rutin oleh lembaga penjamin mutu di tingkat nasional maupun internasional. Alasan UT menyodorkan diri sebagai subjek penilaian penjaminan mutu internasional adalah agar kualitas layanan pendidikan yang diselenggarakan oleh UT juga diakui oleh dunia, sehingga tidak ada lagi keraguan masyarakat dunia internasional terhadap UT. Begitu juga tak ada lagi alasan bagi masyarakat Indonesia dalam melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, meskipun mereka berstatus sebagai pekerja, karyawan, wiraswastawan, tenaga kerja Indonesia di luar negeri, atau baru lulus yang belum bekerja sama sekali. Inilah komitmen UT, ikut berkiprah mencerdaskan bangsa, dan menjadi institusi penyelenggara pendidikan tinggi, terbuka, dan jarak jauh yang melayani dengan sepenuh hati. Keunggulan UT dengan kebebasan tahun lulus SLTA – sesuai ijazah – sangat memudahkan masyarakat dalam hal kesempatan belajar. Sebagai ilustrasi, apabila ada seseorang lulus SLTA pada tahun 1980 dan belum sempat kuliah saat itu, kini mereka bisa mengikuti pendidikan di jenjang yang lebih tinggi tanpa mengikuti seleksi masuk apapun dan tanpa uang pangkal dan atau uang gedung sedikit pun. Inilah kemudahan awal yang diberikan oleh UT bagi calon mahasiswa yang ingin belajar di UT. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tersebut pun tak perlu harus datang ke kampus yang secara fisik tampak nyata infrastukturnya. UT menyilakan mahasiswa untuk belajar secara online, mandiri, dan berinteraksi dengan sesama mahasiswa pada program studi yang sama di seluruh Indonesia dan di luar negeri. Peluang interaktif semacam ini sudah dirasakan manfaat dan keunggulannya oleh mereka yang akhirnya dapat memperoleh pekerjaan layak setelah menjalin komunikasi dengan mahasiswa lintas pulau dan lintas negara. Inilah keunggulan lain yang selama ini belum terdeteksi secara detail. Selain layanan dalam pembelajaran, UT juga memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minat termasuk mengembangkan kompetensi berwirausaha. Pelatihan pengembangan diri juga disediakan oleh UT terutama bagi mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi dan CSR. Kini, tibalah saatnya bagi masyarakat Jawa Tengah yang ingin belajar di UT, untuk bisa berkonsultasi dan berdiskusi dengan kami di UPBJJ-UT Semarang, Jalan Raya Semarang-Kendal Km 14,5 Mangkang Wetan, Semarang. Silakan kontak pada 024-8666044 ekstension 102, 103, atau 112 atau bisa via WA ke nomor 085601100042, www.semarang.ut.ac.id. Selamat bergabung dan nikmati kesuksesan masa depan Anda bersama Universitas Terbuka.
Kapolres Pemalang: Silakan Kuliah Biar Maju SDM Kita
Menyongsong pendaftaran mahasiswa baru periode kedua tahun 2018 ini Universitas Terbuka (UT) terus luaskan kerja sama. Sebenarnya jalinan kerja sama antara UT dengan beberapa instansi telah ada namun Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Semarang terus berupaya menambah jaringan perluasannya. Termasuk dalam hal ini adalah kunjungan Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr Suparti, M.Pd beserta Tim Sosprom di Kantor Polres Kabupaten Pemalang. Melalui kegiatan ini, ia memberikan asupan semangat bagi anggota kepolisian yang berkeinginan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. “Sudah ada kerja sama antara UT dengan Polri, dan kita tinggal merealisasikannya. Tak perlu ragu lagi sebab Bapak dan Ibu serta adik-adik anggota kepolisian tidak perlu meninggalkan tugas untuk kuliah di UT”, papar Suparti. ”Tak kenal maka tak sayang”. Untuk itulah maka beberapa materi ke-UT-an disampaikan di hadapan anggota Polres Pemalang ini, antara lain: tentang profil UT, sejarah berdirinya UT, fasilitas yang dimiliki oleh UT Pusat dan UPBJJ-UT Semarang, sistem pendidikan, cara registrasi, pembelajaran, pelaksanaan ujian, kelulusan, biaya pendidikan, serta memberikan gambaran tentang profil alumni UT yang berhasil di negeri ini. Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan ke beberapa instansi mitra potensial, yang di dalamnya terdapat unsur calon mahasiswa. Di lokasi ini, tim sosialisasi promosi UPBJJ-UT Semarang disambut oleh Kapolres Pemalang AKBP Agus Setyawan, S.H., S.I.K., yang mendukung sepenuhnya upaya peningkatan kualifikasi jenjang pendidikan bagi anggotanya. “Bagi anggota di sini yang belum sarjana, untuk meningkatkan kualitas SDM di lingkungan Polres Pemalang saya sarankan untuk segera kuliah. Sekarang ada UT di sini. UT sudah terakreditasi BAN-PT, sistemnya jarak jauh, fleksibel, serta biayanya terjangkau…”, paparnya memberikan semangat saat pembukaan acara di Ruang Rekonfu Polres Pemalang. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta sosialisasi promosi antara lain mengenai ketersediaan beasiswa bagi anggota Polri. Di samping itu, ada pertanyaan yang diajukan guna mengetahui kemungkinan adanya pengurangan mata kuliah atau pengurangan semester bagi anggota Polri yang sudah bekerja puluhan tahun. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Kepala UPBJJ-UT Semarang, bahwa fasilitas beasiswa akan ditanyakan kepada Kantor Wakil Rektor IV UT, sedangkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya pengurangan mata kuliah atau semester, disampaikan bahwa kemungkinan tersebut bisa saja terjadi. “Bagi calon mahasiswa yang sudah pernah kuliah dan mengajukan alih kredit dari perguruan tinggi sebelumnya, maka UT akan memperhitungkan jumlah beban sks yang akan dibebaskan, ujar Suparti menjawab pertanyaan peserta. Namun jika dasarnya adalah pengabdian kepada negara, maka hal itu belum bisa diperhitungkan sebagai program pengakuan beban sks”. Di sela-sela kegiatan di Polres Pemalang, Kepala UPBJJ-UT Semarang juga bersilaturahim ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang yang selama ini sudah bermitra dengan UPBJJ-UT Semarang. Di ruang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang, Suparti ditemui oleh Kepala, Sekretaris, dan Kabag PTK Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang. Silaturahim ini membahas pengembangan UT di Kabupaten Pemalang . Semoga ikhtiar yang terus menerus ini membawa hasil dalam peningkatan APK. (hasca)
Semua bisa, jika kita mau ….
Semua bisa, jika kita mau …. Jadi mahasiswa baru kok kayak anak muda lagi. Rasanya beda… Pernyataan itu muncul dari salah satu peserta Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Program Non-Pendas (FHISIP, FE, FMIPA, FKIP) yang hadir dalam kegiatan tersebut di UPBJJ-UT Semarang. Sebagai salah satu mahasiswa yang memiliki usia tak muda lagi, ia tidak merasa minder. Bahkan, satu tujuannya kuliah di UT adalah memberikan teladan bagi puteranya yang enggan kuliah sejak lulus SLTA. “Anak saya milih kerja, nggak mau kuliah. Setahu saya, di UT bisa disambi kuliah kalau sudah kerja. Nyatanya, di sini banyak yang sudah kerja. Mudah-mudahan semester depan anak saya sadar dan mau kuliah bareng saya di sini”. Memang, kesadaran untuk belajar pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi – terutama kuliah – belum merasuk dengan baik di masyarakat kita. Masih ada pertentangan yang meragukan manfaat kuliah. Apalagi jika yang bersangkutan sudah bekerja, memikirkan kebutuhan rumah tangga, dan tidak mengikuti perkembangan kebutuhan sumber daya manusia di jangkauan tahun ke depan. Hal ini amatlah disayangkan karena kita tidak bisa memprediksi kebutuhan resource handal nantinya. Padahal ada UT yang memberikan layanan fleksibel dalam belajar. Menurut Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr Suparti, M.Pd., kuliah di UT seharusnya justru menjadi modal bagi mahasiswa untuk berpacu dengan waktu. Selain bekerja, mahasiswa bisa kuliah dengan berbagai modus belajar yang mereka inginkan. “Jangan sia-siakan kesempatan belajar dan bekerja sekaligus di waktu yang sama, daripada menyesal di lain waktu”, himbaunya di hadapan mahasiswa baru UT. Baginya, kuliah menjadi satu bekal baru bagi mereka yang peduli dengan dirinya, peduli dengan nasibnya. Mudah bagi orang lain untuk menjatuhkan ketika kita tidak punya bekal kuat untuk bersaing. Akan semakin terpuruklah kita jika tidak mengikuti perkembangan dan kebutuhan zaman. Saat ini memang waktu terberat untuk memulai, namun akan lebih berat jika ditunda. Apalagi tidak dilaksanakan sama sekali. Beberapa mahasiswa yang berkumpul di saat rehat pun menyatakan pendapat serupa. Sambil menerima bahan ajar program sipas, mereka berujar bahwa kesempatan dan ketersediaan waktu menjadi kendala utama jika kuliah, selain di UT. “Jujur saja, saya inginnya kuliah di negeri. Tapi karena saya kerja, dan adik-adik saya butuh biaya juga, saya kuliah di sini. Biaya yang saya keluarkan juga masih logis. Saya nggak perlu kos atau kontrak. Makan juga masih bareng sama ibu saya. Semua ada di UT, tinggal kita mau nanya-nanya nggak. Kepo gitu lah… Saya tinggal bayar kuliah dari hasil kerja saya. Tapi karena tempat kerja menuntut saya punya ijazah S1, ya saya kuliah. Kalau pakai SMA, gaji saya akan segini-gini aja”, papar mahasiswa yang bekerja di perusahaan multinasional. (hasca)
Membangun Kemitraan, Memajukan UT

Membangun Kemitraan, Memajukan UT Banyak cara bisa ditempuh agar sebuah institusi semakin dikenal dan berkembang. Salah satunya yang dilakukan oleh UPBJJ-UT Semarang dalam kegiatan rapat koordinasi pengurus kelompok belajar (rakor pokjar). Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari di Hotel Ibis Kota Semarang ini, dihadiri oleh seluruh pengurus pokjar dari 13 kabupaten/ kota yang dinaungi oleh UPBJJ-UT Semarang. Kehadiran pengurus pokjar membawa semangat dan warna baru, di saat Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr Suparti, M.Pd hadir di kota loenpia ini tepat sebulan lalu. Berbagai informasi terbaru disampaikan oleh Kepala UPBJJ-UT Semarang dan tim, yang sudah berbagi tugas dalam kegiatan yang juga diiringi dengan penantanganan MoU UT dengan pengurus pokjar untuk masa 2018. Dalam kesempatan ini, hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Bapak Drs. Gatot Bambang Hastowo, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang positif terkait pendidikan tinggi, terbuka, dan jarak jauh. “Bagi saya, UT bukan hal baru. Sudah banyak peran UT dalam mencerdaskan bangsa. Ke mana pun kita pergi di negeri ini, akan kita temui alumni UT. Kebesaran dan kejayaan UT sudah tidak diragukan lagi. Untuk itu, marilah kita bekerja sinergis untuk kemajuan pendidikan Jawa Tengah”, ucapnya. Harapan tinggi ia sandarkan kepada UT, agar pada waktu yang akan datang dapat semakin maju dan diterima masyarakat. “Inovasi perlu terus diupayakan agar kebutuhan pendidikan selaras dengan kompetensi yang dituntut oleh berbagai bidang kerja”. Selaku penyelenggara kegiatan tahunan, UPBJJ-UT Semarang mengucapkan terima kasih terhadap apresiasi yang diberikan oleh pemerintah. “Pada dasarnya, UT akan selalu mengikuti ketentuan pemerintah, bekerja sama dengan semua pihak secara kolaboratif, sehingga akan tercipta suasana kerja kondusif”, kata Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr. Suparti, M.Pd. Ia berharap, melalui kegiatan koordinatif ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat yang ingin, sedang, dan sudah pernah belajar di UT. “Penting bagi kami untuk terus berbenah, sehingga kami tidak lupa bahwa masih ada banyak hal yang harus diperbaiki. Untuk itu, kami berharap agar seluruh kendala yang dialami oleh Bapak dan Ibu dapat disampaikan di forum ini, sehingga kita semua yang hadir di sini dapat saling mengisi dan memperbaiki kendala tersebut”, imbuhnya. Secara umum, pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik, lancar, dan tertib. Beberapa pengurus pokjar yang sempat ditemui menyatakan kegembiraannya karena dapat bekerja sama lagi dengan UT. “Tujuan utama acara ini adalah sosialisasi kebijakan baru dan ajang untuk saling mengenal – utamanya dengan Kepala UPBJJ-UT Semarang yang baru. Ini penting bagi kami dan kami akan berupaya meningkatkan bentuk kerja sama yang selama ini sudah terjalin. (hasca)
Pameran Kab. Blora
Dalang Ki Sigit Ariyanto: Sudah Nggak Zamannya Kuliah Jauh dari Rumah… Hari jadi Kabupaten Blora ke 268 yang jatuh pada tanggal 11 Desember 2017, ditandai oleh berbagai kegiatan antara lain: karnaval dan pawai seni di Blora, pagelaran wayang kulit, pameran, bazaar, dan peresmian Taman Tuk Buntung yang lokasinya ada di Kecamatan Cepu. Dalam kegiatan ini, Universitas Terbuka (UT) UPBJJ Semarang juga ikut ambil bagian. Pemda Kabupaten Blora yang menginisiasi kegiatan ini menggandeng UT dan Exxon Mobile Indonesia. Sore hari sebelum acara di lapangan Tuk Buntung Cepu, UT juga melakukan kegiatan sosialisasi promosi di Radio Gagak Rimang FM Blora dengan narasumber Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr Suparti, M.Pd., Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Bambang Yulianto, ST, M.Si., dan Pengurus Pokjar Kabupaten Blora, Sumarno, SE, MM serta Kabid GTK Dispendik Kab Blora, Endang Rukmiati, S.Pd., M.Pd. Saat talkshow di Radio Gagak Rimang acara dipandu oleh mbak Tia yang merupakan mahasiswa Universitas Terbuka Pokjar Blora. Ditekankan pada siaran tersebut bahwa UT merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) yang siap melayani siapa saja, di mana saja, kapan saja, dan dapat diikuti oleh siapa saja tanpa ada tes masuk kecuali S2 yang tatap muka. Meskipun Penutupan perayaan hari jadi dilaksanakan di ujung tahun, yaitu tanggal 22 Desember 2017, namun masyarakat tetap antusias menikmati hiburan rakyat ini. Tengok saja wayang kulit dengan lakon Gareng Mantu yang didalangi oleh Ki Dalang Sigit dari Kabupaten Blora, tetap menyedot perhatian publik. Di sela-sela guyonan dalang ini, sponsor tentang UT pun ia lakukan. Sesekali ia menyinggung tentang pentingnya sekolah dan mengenyam pendidikan tinggi. Inserting statement semacam ini menjadi salah satu produk kegiatan sosialisasi dan promosi yang sangat penting buat UT. Selain buka stan pameran, Tim sosprom UT juga membagikan leaflet kepada masyarakat pecinta wayang kulit yang ada di lapangan Tuk Buntung. Belum lagi tampilan posisi panggung, banner, spanduk, umbul-umbul yang mendominasi lapangan di tengah pusat keramaian Cepu ini, seakan meneguhkan bahwa pendidikan tinggi, terbuka, dan jarak jauhnya UT ada di dekat masyarakat. Mereka tak perlu lagi kuliah jauh-jauh di perguruan tinggi negeri dengan meninggalkan rumah atau tempat kerja. “Wis ora zamane maneh kuliah adoh saka omah. Saiki wis ana UT nang ngarep irungmu (sudah nggak zamannya lagi kuliah jauh dari rumah. Sekarang sudah ada UT di depan hidung kalian, red.)”, cetus dalang konyol ini. Dalam kesempatan ini pula, Bupati Blora Djoko Nugroho, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah rela berduyun-duyun datang di Taman Tuk Buntung sejak siang hingga lewat larut malam untuk menikmati sajian hiburan gratis. Ia berharap agar semuanya menjaga kerukunan bersama dan mensyukuri yang sudah diperoleh selama ini. “Tahun depan, di 2018, semuanya harus kerja lebih keras karena tantangannya makin berat”, ujar mantan Dandim Blora ini. Begitu juga dengan Camat Cepu, Joko Sulistiyono yang turut mendampingi Bupati Blora menyatakan, bahwa ketertiban acara ini harus terus dijaga. “Tuk Buntung bukan untuk tempat kumuh. Kami siapkan satpol PP yang akan terus menertibkan warga dan pedagang jika terjadi pelanggaran. Jadi, kita semua sepakat ya bahwa Tuk Buntung adalah aset kita bersama dan kita wajib menjaganya demi kenyaman semua”.(hasca-binti)
Layanan kami selalu sinambung simultan
Layanan kami selalu sinambung simultan Universitas Terbuka UPBJJ Semarang Pemeriksaan hasil kerja ujian akhir semester mahasiswa Program Pendas dalam bentuk uraian, baru-baru ini terselenggara di Ruang Sidang Lantai 3 UPBJJ-UT Semarang. Kegiatan yang diikuti oleh 33 korektor ini berlangsung selama dua hari. Mereka adalah para dosen dari Universitas Negeri Semarang dan Universitas Islam Negeri Walisongo, yang memang memiliki komitmen baik ketika berkolaborasi dengan UT. Kegiatan enam bulanan ini rutin dilakukan setelah UAS berlangsung. “Kami senang sekali karena dapat membantu proses pembelajaran di UT. Bukan sekadar melakukan pemeriksaan, namun kami juga melihat tren mahasiswa dalam mendeskripsikan jawabannya”, ujar salah satu korektor. Dan khusus bagi UPBJJ-UT Semarang, hal ini menjadi satu kemudahan tersendiri mengingat bahwa unsur korektor harus berasal dari luar UT. “Dan kebetulan, mitra kami dari luar UT sangat mudah dimintai tolong dan punya komitmen kerja yang baik hingga malam larut”, papar Koordinator Registrasi dan Ujian, Drs Edi Prayitno, M.Pd. Sama hal dengan kegiatan pemeriksaan Buku Jawaban Ujian Tugas Akhir Program (TAP), Keterampilan Menulis, dan laporan Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) Program Pendas tahun lalu, pada pelaksanaan kali ini tim harus bekerja ekstra keras karena berdekatan dengan akhir tahun. Seluruh kegiatan dan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangannya harus usai sebelum tanggal di bulan Desember habis. Untuk menyiasati hal itu, panitia pemeriksaan hasil ujian mahasiswa harus bersedia menunggui waktu pelaksanaan koreksi hingga melewati jam kerja. “Ini semua untuk memudahkan pertanggungjawaban kegiatan koreksi karena bagaimana pun juga, UT sudah dibantu oleh para dosen dari luar UT yang juga memiliki kesibukan sendiri”, kata Edi. Tahap selanjutnya setelah pengoreksian, UPBJJ-UT Semarang akan melakukan pengiriman rekap nilai TAP dan Keterampilan Menulis ke UT Pusat, sedangkan untuk hasil pengoreksian PKP dientry oleh tim UPBJJ. Setelah itu tahap pengumuman nilai UAS dan registrasi mahasiswa di semester berikutnya. Begitulah seterusnya, sirkulasi kerja UT yang dilakukan secara simultan sinambung, guna memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Dengan motto “Melayani tiada henti dengan setulus hati untuk kejayaan negeri ini” disingsingkan lengan maju untuk Universitas Terbuka yang lebih maju. (hasca)