Menyambut era digital yang serba cepat dan praktis, Universitas Terbuka (UT) pun meramaikannya dengan ujian online (UO) untuk fase ujian akhir semester (UAS). Khusus di masa registrasi awal tahun 2026 ini, UT Semarang menyelenggarakan UO di seluruh wilayah kabupaten/ kota. Sebanyak 13 wilayah kabupaten/ kota (kabko) secara serentak.

UAS online kali ini menandai sejarah baru bagi UT Semarang – sebagai salah satu role model UT Daerah di seluruh Indonesia, yang berani dan siap menjadi penyelenggara full ujian online. “Ini jadi amunisi baru buat UT Semarang selaku penyelenggara ujian online, dan menjadi model percontohan ujian online bagi UT se-Indonesia”, ujar Dr Iqbal Miftakhul Mujtahid selaku Direktur UT Semarang.
Meski demikian, bukan berarti dalam pelaksanaannya, UO kal ini tidak ada kendala. Secara umum, kendala tersebut masih bias diatasi. Informasi ini ditegaskan oleh Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian, Dr Siswandaru Kurniawan. Menurutnya, pelaksanaan UO kali ini sudah berjalan baik. Namun, khusus untuk tempat ujian yang tidak mengindahkan arahannya, ia pun akan menerapkan sanksi berupa tidak digunakannya lagi tempat itu sebagai tempat ujian di semester berikutnya. Salah sqatu ben`tuk diindahkannya arahan tersebut, yaitu tidak dihiraukannya untuk menyiapkan generator set (genset) sebagai antisipasi jika ada pemadaman aliran listrik.
Terbukti, bahwa saat pelaksanaan hari 2 ujian, ada 2 tempat di lokasi ujian yang listriknya padam secara bergantian dan tak mampu menyediakan sumber energi cadangan. Akibatnya, mahasiswa harus mengikuti ujian fdi waktu lainnya. “Meskipun ada jalan keluar, tapi ini menunjukkan kalua tempat ujian itu nggak siap secara sarana. Dan ini nggak boleh terjadi semester depan.Kami akan evaluasi sebelum makin fatal kiejadiannya”, tegasnya. (hasca)