Harapan Asesor untuk D4 Kearsipan UT

Untuk menjamin keberlangsungan sebuah program studi, BAN-PT perlu melakukan akreditasi borang progam studi. Termasuk dalam hal ini adalah Program Studi D4 Kearsipan. Ada dua asesor dari BAN-PT Kemenristek Dikti yang mendapatkan tugas untuk melakukan visitasi akreditasi program studi ini, yaitu Dr. Jonner Hasugian, M.Si. Dan Dr. Sri Rohyati Zulaikha. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, berjalan dengan baik dan penuh keakraban. Seluruh dokumen yang disiapkan oleh tim borang UPBJJ-UT Semarang, telah diperiksa dan diberikan penilian oleh keduanya. Dalam sambutannya, Direktur UT Semarang Dr. Suparti, M.Pd menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk lebih memantapkan posisi program studi dan menjadi daya tarik calon mahasiswa UT. Bagi UT Semarang, status mereka sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan visitasi ini dinilai sebagai sebuah kehormatan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dua asesor di Semarang, dan kami berharap agar hasil visitasi ini mendapatkan nilai yang sesuai. Untuk itu, UT Semarang mengharapkan masukan dari asesor agar UT Semarang dapat memperbaiki kualitas dokumen dan penyelenggaraan program studi ini sesuai ketentuan”. Adapun menurut asesor, dokumen dan penyelenggaraan program studi di Semarang telah lengkap dan sesuai ketentuan. “Kalau pun ada kekurangan, masih bisa ditambahkan dan sifatnya tidak fatal”, ujar Dr. Jonner. Begitu juga dengan Dr. Zulaikha, yang menurutnya, UT Semarang sudah mampu menunjukkan kualitas penyelenggaraan program studi ini dengan sangat baik. “Setelah ini Kami berdua akan melakukan visitasi di UT Banjarmasin, dan semoga di Banjarmasin hasilnya paling tidak sama dengan Semarang”, harap Dr. Zulaikha. (hasca)
Universitas Terbuka Siap Tingkatkan Angka Pertisipasi Jumlah Mahasiswa di Kabupaten Pemalang

Selamat malam sahabat Widuri dimana pun Anda berada, sapa Direktur UT Semarang Ibu Dr. Suparti, M.Pd. kepada pecinta Radio Swara Widuri Kabupaten Pemalang. Ya… akhir pekan kemarin, sabtu, 20 Juli 2019, UT mengudara dalam dialog interaktif dalam rangka menjaring mahasiswa baru di wilayah Pemalang dan sekitarnya, harapan dari kegiatan ini, UT bisa mewujudkan sejuta mahasiswa seperti himbauan Menteri Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D.,Ak. Banyak hal yang ditanyakan dalam dialog interaktif melalui Radio Swara Widuri ini. Seperti pertanyaan yang diajukan oleh Ibu Nuning dari Gumelem, Pemalang. Beliau menanyakan syarat–syarat masuk UT dan berapa biaya kuliahnya. Demikian juga pertanyaan dari Pak Sudibyo dari Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan yang menanyakan UT bisa menerima mahasiswa pindahan dari perguruan tinggi lain dan bagaimana bentuk perkuliahaannya. Minggu pagi, tim Sosialisasi Promosi (Sosprom) dari UT yang dibantu oleh pengurus kelompok belajar, para tutor, dan mahasiswa UT di Kabupaten Pemalang juga menyapa masyarakat Pemalang. Kami tim Sosprom berbagi tugas di depan Taman Patih Suwun, di alon-alon Kabupaten Semarang, dan di Pantai Widuri. Kami bekerja bareng siap berbagi informasi tentang UT dan siap melayani masyarakat yang sekaligus mendaftar sebagai mahasiswa UT. Respon masyarakat Pemalang tentang perkuliahan di UT sangat positif, seperti banyaknya masyarakat yang mendatangi kami untuk sekedar meminta brosur, menanyakan informasi tentang UT dan ada beberapa calon mahasiswa yang meminta formulir pendaftaran, bahkan ada yang langsung mendaftar di tempat. UT selalu siap melayani siapa saja, dalam rangka memberi kesempatan seluas-luasnya pada masyarakat yang ingin kuliah di UT tanpa batas, kapan saja, dan di mana saja.
Daftar lulusan Periode I Tahun Akademik 2018-2019.2 (2019.1) UPBJJ-UT Semarang

Yth. Mahasiswa UPBJJ-UT Semarang, Selamat dan Sukses kami ucapkan kepada mahasiswa yang telah lulus atau teryudisium. Berikut kami sampaikan Daftar Penetapan Kelulusan Periode I Tahun Akademik 2018/2019.2 (2019.1) UPBJJ-UT Semarang sesuai SK Rektor Nomor 2674/UN31/HK.00.09/2019 tgl 1 April 2019. Bila NIM dan Nama Anda tercantum silahkan segera isi Formulir Pas Photo Cetak Ijazah dan serahkan ke kantor UPBJJ-UT Semarang secara langsung maupun melalui KBM/Pokjar terdekat. Daftar Yudisium : it-semarang
Satu Emas Lagi Dari Tangan Mega

Lagi-lagi dan sekali lagi, mahasiswa UT Semarang meraih medali emas dalam ajang olah raga pencak silat tingkat nasional. Dia adalah Maula Mega Santika, yang di awal tahun 2019 ini hadir dan memenangi kejuaraan JSOC (Jakarta Selatan Open Challenge) di GOR Pasar Minggu Jakarta Selatan. Kegiatan dalam rangka memperebutkan piala Walikota Jakarta Selatan ini diikuti oleh atlet pencak silat dari berbagai wilayah di Indonesia. Mega yang datang bersama pelatihnya, Nur Amani, SE, memuncaki arena dengan penuh keyakinan. Ia pun berharap dapat mempersembahkan satu medali bagi keluarga dan tempatnya kuliah di Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka. Meskipun suda h sempat meriah medali emas di akhir tahun lalu, namun Mega tetap berlatih rutin Bukan jalan saya di gojugay. Saya orang pencak silat dan saya menikmati setiap pertarungan yang saya hadapi. “Wajib saya kalahkan semua, jika saya ingin berkembang dan punya prestasi”, kata puteri buruh bangunan ini yakin. Di pertandingan kali ini, Mega menjalani pemusatan dengan atlet yang setingkat (mahasiswa) sebanyak 300 orang. Dan ternyata, peserta dari luar negeri pun hadir mengikuti ajang ini. Berkat kemampuannya ini pula, Mega kini bersiap diri untuk bertarung di tingkat internasional. “Mudah-mudahan ada hasilnya karena masa kecil saya memang mengidamkan hal-hal semacam ini. Dan terima kasih untuk dukungan dan supportnya selama ini”. (hasca)
Matakuliah Tawar SUO 2019.1

Berikut daftar matakuliah yang sudah ada layanan Sistem Ujian Online (SUO) nya di masa ujian 2018/2019.2 (2019.1) : Adapun tarif untuk SUO Ujul : SUO Ujul (SUO sebelum UAS) = Rp. 80.000,- / mtk SUO Reguler (SUO sesudah UAS) = Rp. 40.000,- / mtk tim suo upbjj semarang
UT, Emas, dan Prestasi Mahasiswa

Universitas Terbuka (UT) Semarang sudah sejak lama dikenal sebagai UPBJJ garang dengan berbagai prestasi. Belum lama ini, Maula Mega Santika, mahasiswa UPT-UT Semarang Program Studi S1 Ilmu Hukum ini berhasil menyisihkan lawan-lawannya dari seluruh penjuru tanah air dan berhasil meraih medali emas. Dibawah asuhan M.Teguh Susianto, M. Pd. dan Nur Amani, SE, Mega berhasil membawa pulang medali emas dari cabang olah raga pencak silat. Hobi yang ditekuni gadis yang berdomisili di Kabupaten Batang ini tergolong mendebarkan, sebab acap kali ia akan maju bertanding, orang tuanya selalu mewanti-wanti untuk selalu menjaga kondisi fisiknya. Namun untuk masalah mental, anak dari pasangan Nuryadi dan Wahyuningsih ini punya bekal kuat. Ia yang tampak anggun di luar arena, ternyata punya sisi galak ketika harus melibas lawan. “Saya sudah sejak SLTP ikut beladiri, karena olahraga jenis ini benar-benar harus menunjukkan kemampuan pribadi. Tak beda jauh dengan UT yang sangat tangguh dalam hal mengadu kepintaran dan menimba ilmu, pencak silat pun demikian adanya. Di Kejurnas Pandu Samudra, Mega juga turut serta, dan meraih medali emas. Gadis yang menyukai masakan Jawa ini memang sudah punya obsesi untuk menembus juara tingkat nasional. “Saya akan berusaha sekuat tenaga supaya bisa ikut ke jenjang yang lebih tinggi”, harap dara kelahiran 4 Juli 1998 ini. “Saya suka beladiri. Awalnya lihat di televisi dan kayaknya menarik. Pas SMP saya ikut klub pencak silat di Perguruan Inseba Kabupaten Batang”, ujarnya mengenang. Bagi putri seorang buruh bangun ini, dirinya memang mengidentikkan beladiri dengan kuliah di UT. “Sama-sama harus berjuang dan mandiri”. Beberapa kejuaraan yang pernah diikuti antara lain juara 2 Popda Provinsi pada tahun 2014 dan 2015, juara 3 dulongmas tingkat provinsi pada tahun 2016, dan juara 1 Inseba Cup tahun 2015. Deretan prestasi ini sudah sangat membanggakan Mega, namun ia merasa harus tetap membumi. “Saya pernah dikucilkan di kampung karena keinginan saya jadi atlet beladiri. Apalagi kondisi keluarga saya yang tidak mampu seperti ini semakin mempekuat cibiran orang terhadap saya. Kini alhamdulillah, saya bisa meraih prestasi tanpa melakukan ‘perlawanan’ pada tetangga”, kata Mega sambil tertawa. Ia tak memikirkan menang atau kalah. Yang ada di benaknya hanya maju tanding dan harus berani. Ketika diwawancarai, Mega berujar bahwa niatnya bertanding tidak hanya sampai di sini. “Saya mau ikut yang kejuaraan internasional Januari nanti. Pokoknya ikut aja, dan saya tetap akan berlatih keras di klub saya”, papar pemenang di kelas B puteri (50-55 kg) yang juga menjadi instruktur ekstra kurikuler pada SMAN 5 Kabupaten Batang. Selain Mega, ada juga Faradila Radika NF. Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan ini juga pretasinya patut dibanggakan. Di berbagai ajang, gadis kelahiran 15 Februari 1999 ini mampu meraih berbagai prestasi di bidang seni. Kemampuannya meliukkan tubuh dengan tarian rampak rebana memberikan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka(UT) ini mendapatkan beberapa penghargaan di ajang bergengsi, seperti lomba tari dari tingkat lokal hingga nasional. Berpasangan dengan M Safrudin, Dila – panggilan akrab gadis yang tinggal di Jalan Sumatera 100 Kota Pekalongan ini – mampu menyisihkan beberapa peserta dari berbagai daerah. Diakui oleh karyawan di salah satu swalayan terkemuka di Kota Pekalongan ini, bahwa ia tak pernah mengikuti sanggar tari apapun. Semuanya otodidak. “Saya nggak punya pelatih, jadi yang belajar sendiri, dengan peralatan seadanya’, ucap Dila. Meskipun demikian, alumni SMKN 2 Kota Pekalongan ini pun berharap, agar dalam beberapa event ia bisa meraih prestasi lebih banyak lagi, demi mengharumkan nama besarkeluarga dan Universitas Terbuka. (hasca)
Daftar lulusan Periode I Tahap 3 Tahun Akademik 2018-2019 UPBJJ-UT Semarang

Yth. Mahasiswa UPBJJ-UT Semarang, Selamat dan Sukses kami ucapkan kepada mahasiswa yang telah lulus atau teryudisium. Berikut kami sampaikan Daftar Penetapan Kelulusan Periode I Tahap 3 Tahun Akademik 2018/2019 (2018.4) UPBJJ-UT Semarang sesuai SK Rektor Nomor 9091/UN31/HK.00.09/2018 tanggal 19 Nopember 2018. Bila NIM dan Nama Anda tercantum silahkan segera isi Formulir Pas Photo Cetak Ijazah dan serahkan ke kantor UPBJJ-UT Semarang secara langsung maupun melalui KBM/Pokjar terdekat. Daftar Yudisium :
Daftar lulusan Periode I Tahap 2 Tahun Akademik 2018-2019 UPBJJ-UT Semarang

Yth. Mahasiswa UPBJJ-UT Semarang, Selamat dan Sukses kami ucapkan kepada mahasiswa yang telah lulus atau teryudisium. Berikut kami sampaikan Daftar Penetapan Kelulusan Periode I Tahap 2 Tahun Akademik 2018/2019 (2018.3) UPBJJ-UT Semarang sesuai SK Rektor Nomor 7716/UN31/HK.00.09/2018 tgl 3 Oktober 2018. Bila NIM dan Nama Anda tercantum silahkan segera isi Formulir Pas Photo Cetak Ijazah dan serahkan ke kantor UPBJJ-UT Semarang secara langsung maupun melalui KBM/Pokjar terdekat. Daftar Yudisium 2018.3 Periode 1 Tahap 2 :
Daftar lulusan Periode I Tahap 1 Tahun Akademik 2018-2019 UPBJJ-UT Semarang

Yth. Mahasiswa UPBJJ-UT Semarang, Selamat dan Sukses kami ucapkan kepada mahasiswa yang telah lulus atau teryudisium. Berikut kami sampaikan Daftar Penetapan Kelulusan Periode I Tahap 1 Tahun Akademik 2018/2019 (2018.3) UPBJJ-UT Semarang sesuai SK Rektor Nomor 7509/UN31/HK.00.09/2018 tgl 26 September 2018. Bila NIM dan Nama Anda tercantum silahkan segera isi Formulir Pas Photo Cetak Ijazah dan serahkan ke kantor UPBJJ-UT Semarang secara langsung maupun melalui KBM/Pokjar terdekat. Daftar Yudisium Non Pendas :
Tantangan Pendidikan Indonesia Menghadapi Era Revolusi Industri 4.o

Dalam rangka pelaksanaan Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) masa 2018.1, UPBJJ UT Semarang menyelenggarakan seminar dengan tema “Tantangan Pendidikan di Era Global” pada hari Senin, 13 Agustus 2018 bertempat di Gedung Prof. Soedarto, SH Universitas Diponegoro Semarang. Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 900 calon wisudawan ini berlangsung sangat meriah. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini Dr. Umi Dayati, M.Pd. Umi – sapaan akrab pembicara yang berasal dari Universitas Negeri Malang ini, menyatakan bahwa potret pendidikan Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Keprihatinan Umi didasari oleh masih banyaknya siswa di tingkat SLTP dan SLTA yang melakukan tindakan yang tak sepatutnya dilakukan oleh anak seusia mereka. “Misalnya ketika kita mendapati mereka merokok atau melakukan tawuran di jalan raya. Itu semua sudah terjadi hingga pelosok desa. Mereka merasa bangga jika ikut serta dalam kegiatan itu”, papar Umi. Padahal kenyataan yang seharusnya terjadi tidak demikian. Mereka sudah diberikan pengarahan tentang pentingnya menerapkan nilai pendidikan karakter yang diperkenalkan oleh pihak sekolah. Begitu juga dam hal kesempatan mengikuti studi yang lebih tinggi, yang mengharuskan mereka memiliki track record bersih dalam proses seleksi yang diterapkan. Untuk itu, pihak sekolah pun merasa wajib perlu menekankan hal ini agar peserta didik mereka dapat melewati proses seleksi tersebut secara baik. “Mereka (siswa) tidak perlu lagi harus menunggu peluang yang ditawarkan, sebab ada banyak kesempatan yang ditawarkan. Tinggal mereka memilih yang diinginkan dan dinilai sesuai dengan kebutughan mereka”, tandas Umi. Begitu juga dalam dunia kerja, yang membuka kesempatan bekerja bagi siswa setelah mereka lulus dari sekolah. Umi pun memberikan analogi manusia ke dalam satu contoh binatang serupa cicak dan laba-laba. Cicak memiliki waktu untuk membarterkan waktunya ketika akan menangkap mangsa. Begitu juga dengan laba-laba, yang memanfaatan kemampuannya dalam menarik jaring laba-laba, menguatkan kaitan jaring, dan memasang umpan untuk calon korbannya. Dua contoh tersebut dapat dapat juga diterapkan oleh manusia ketika harus menjalankan dan memenuhi kebutuhan hidupnya, bergantung pada kebutuhan. Kenyataan yang juga memprihatinkan yaitu institusi pendidikan tinggi hanya mencetak person yang selesai belajar dan bukan yang siap bekerja. “Untuk bisa menyesuaikan diri dengan dunia kerja, alumni perguruan tinggi harus belajar lagi tentang dunia kerja yang sebenarnya. Itulah yang belum disiapkan oleh kita, utamanya perguruan tinggi. Padahal dunia kerja kita membutuhkan multitalent yang harus dimiliki oleh pekerjanya. Bukan hanya bisa satu hal saja, tapi harus serba bisa di semua bidang”. Di ujung kegiatan seminar ini Umi berharap agar alumni UT dapat mulai menyiapkan diri untuk mampu bersiap diri dengan berbagai bidang sehingga bisa ‘berbicara’ di dunia luar dengan kompetensi yang dimiliki. (andiw – hasca) Materi lengkap sajian seminar dapat diunduh disini !