4 Perguruan Tinggi di Bali Tingkatkan Akses Pendidikan Tinggi Bersama UT

Sebagai pelopor dan acuan bagi penyelenggaraan perguruan tinggi terbuka jarak jauh di Indonesia, Universitas Terbuka (UT) terus bersinergi dengan perguruan tinggi negeri dan juga swasta untuk mendukung perluasan akses dan peningkatan akses ke pendidikan tinggi. Seiring dengan kebijakan pemerintah agar perguruan tinggi negeri lainnya dapat juga melaksanakan perkuliahan seperti yang telah dilakukan Universitas Terbuka (UT), serta dalam rangka meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan, pada tanggal 27 Juli 2018 bertempat di UPBJJ – UT Denpasar dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Terbuka dengan Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Mahasaraswati, dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Primakara. Berita selengkapnya bisa dibaca disini !    

Universitas Terbuka Siap Menyongsong Perkembangan Teknologi

Lagu Gaudeamus Igitur yang dibawakan oleh paduan suara Gita Sutera, mengawali upacara wisuda Universitas Terbuka. Selasa, 3 Juli 2018 Universitas Terbuka (UT) kembali mewisuda mahasiswanya sebanyak 1.243 orang, di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Ciputat, Tangerang Selatan 15418 Banten – Indonesia (UT Pusat). Dalam upacara wisuda Periode IV Wilayah 2 Tahun 2018 dan seiring dengan lagu tersebut Rektor Universitas Terbuka Prof. Drs. Ojat Darojat M.Bus, Ph.D., beserta jajarannya dan tamu undangan menempati tempat yang sudah disediakan. Hadir dalam upacara wisuda kali ini Bapak Jendral TNI (Purn.) Dr. Moeldoko S.IP. Beliau adalah Kepala Staf Ahli Kepresidenan Republik Indonesia, yang juga alumni mahasiswa UT. Bapak Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd., dan Ibu Dra. Rina Robiati anggota Dewan Pengawas UT dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI. Upacara wisuda dibuka oleh Rektor UT dengan tema “Tantangan Pendidikan Indonesia menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.” Berita selengkapnya bisa dibaca disini !    

Tersebar di Penjuru Negeri, UT Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Memasuki awal Juli 2018, Universitas Terbuka (UT) kembali mengadakan Upacara Wisuda Periode IV Wilayah 2 Tahun 2018. Rangkaian Upacara wisuda tersebut didahului dengan kegiatan Seminar Wisuda Periode IV Wilayah 2 Tahun 2018, pada Senin 2 Juli 2018 dengan mengambil tema“Tantangan Pendidikan Indonesia Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” yang di hadiri pimpinan UT, serta para calon wisudawan yang sudah memenuhi ruangan Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) sejak pagi hari. Acara diawali dengan kegiatan temu wicara antara pimpinan UT dengan para calon wisudawan. Rektor UT, Prof. Ojat Darojat hadir bersama para Wakil Rektor untuk memberikan sambutan langsung dihadapan kurang lebih 1.243 calon wisudawan. Para calon wisudawanpun ikut terlibat dalam temu wicara dengan berkesempatan mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman selama menempuh studi di UT. Berita selengkapnya bisa dibaca disini !

Strategi Belajar Mandiri dan Efektif di UT

Di awal tahun 2018 ini, Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Semarang, menerima pendaftaran mahasiswa baru Program Pendidikan Dasar (Pendas). Program ini memberikan layanan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi pada Program Studi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Kedua program studi itu pun memberikan layanan bagi calon mahasiswa yang sudah memiliki gelar sarjana, namun membutuhkan pendidikan lanjutan sebagai syarat profesionalisme guru. Khusus untuk yang sudah bergelar sarjana, UT menyebutnya sebagai mahasiswa S1 PGPAUD atau PGSD BI (bidang ilmu). Tidak semua calon mahasiswa UT memiliki pemahaman mengenai konsep pendidikan tinggi, terbuka, dan jarak jauh yang diterapkan oleh UT. Mereka perlu mendapatkan bekal tentang hal ini, yang dapat disampaikan dalam kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB). UT yang tiap semester membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru, di awal semester 2018 ini UPBJJ-UT Semarang memperoleh mahasiswa sebanyak 940 mahasiswa. Jumlah ini masih akan terus diupayakan kenaikannya di semester mendatang. Untuk kegiatan OSMB, UPBJJ-UT Semarang menyelenggarakan di Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, dan Pekalongan. Adapun mahasiswa yang tinggal di kota dan kabupaten Semarang, pelaksanaannya di Kantor UPBJJ-UT Semarang Jalan Raya Semarang-Kendal KM 14,5 Mangkang Wetan, Semarang.   Melalui kegiatan orientasi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman baru mengenai konsep belajar mandiri dengan memanfaatkan waktu luang mereka sebagai seorang guru. Meskipun jam kerja harus ditempuh hingga sore pada tiap harinya, namun UT sudah memberikan satu model skema belajar praktis untuk mendukung proses belajar mandiri tersebut. Begitu pula dengan mekanisme strategi belajar efektif. Konteks belajar efektif bukan hanya slogan semata, namun ada cara jitu yang mereka dapat pahami dan lakukan secara mandiri. Selain belajar mandiri, mahasiswa juga dapat belajar secara berkelompok dengan mahasiswa lain tetapi dalam program studi dan semester yang sama, yang dibentuk dalam naungan sebuah kelompok belajar. Kelompok belajar semacam ini memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan tutorial tatap muka. Kegiatan tutorial tatap muka yang diselenggarakan di lokasi tutorial terdekat dengan domisili mahasiswa, akan memberikan kontribusi nilai ujian akhir semester sebesar 50% apabila memenuhi syarat tertentu. Hal semacam inilah yang terkadang sering masyarakat saksikan di wilayah setempat, terkumpul satu komunitas mahasiswa UT yang belajar bersama di suatu sekolah atau instansi tertentu. Merekalah yang disebut sebagai mahasiswa dalam kelompok belajar UT. Pertemuan tatap muka mereka, dilakukan sebanyak delapan kali untuk tiap semester. Itu artinya, mereka bertemu dalam kurun delapan minggu atau dua bulan. Kesempatan semacam ini tidak disia-siakan oleh mahasiswa, karena mereka dapat bertemu dengan teman sejawat dari lokasi sekolah atau tempat bekerja yang berbeda, sekaligu berdiskusi secara langsung dengan tutor. Kegiatan mereka akan berakhir paling tidak dua minggu sebelum pelaksanaan ujian akhir semester. Waktu jeda sebanyak itu, dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menyusun rangkuman, mengerjakan latihan mandiri, melakukan interaksi secara online dengan dosen di UT Pusat atau UPBJJ, serta melengkapi keperluan ujian. Inilah kesempatan belajar mandiri mahasiswa UT, yang keberadaannya sangat dibutuhkan demi meningkatkan jenjang karir dan pendidikan mereka di kemudian hari. (hasca)        

UT Bukan Lagi Pilihan, Tapi Tujuan

“Jalin kerja sama yang baik dengan semua pihak. Buka kesempatan belajar untuk semua komponen instansi di tempat kita bisa mengembangkan diri”. Begitulah kira-kira paparan Rektor UT, Prof Ojat Darojat, M. Bus., Ph.D., di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Nasional Anggaran Universitas Terbuka minggu lalu. Statemen tersebut memicu semangat UPBJJ-UT Semarang dengan menggayuh Kodam IV Diponegoro untuk melakukan sosialisasi produk akademik UT. Benar sekali. Di luar dugaan, kesempatan pun diberikan oleh pihak Kodam IV Diponegoro, pada saat yang sangat istimewa tengah mengundang para pejabat Kasie Personalia di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY. Di hadapan peserta Rakernispers Angkatan Darat ini, UT menyampaikan gagasan kerja sama dengan memanfaatkan layanan pendidikan tinggi setara S-1 dan S-2 bagi para tamtama sampai perwira. Pertanyaan bertubi-tubi diutarakan oleh peserta Rapat Kerja Teknis Personalia yang hadir di Aula Satria Watugong Semarang setelah Kepala UPBJJ-UT Semarang (Dr. Suparti, M. Pd) memaparkan program-program unggulan UT beserta fleksibilitasnya. Mereka tampak antusias menanyakan kesempatan belajar di UT. “Dulu sekitar tahun 90-an TNI AD pernah bekerja sama dengan UT. Setahu saya, dulu pernah ada program bagi para perwira untuk berkuliah di UT dengan menempuh beberapa semester setelah mendapat pengakuan atau bebas beberapa semester, akan tetapi sekarang saya tidak mengetahui perkembangannya lagi. Apakah masih memungkinkan dijalin kerja sama lagi? Nah ini kesempatan buat mereka untuk bisa meneruskan kuliah di UT”, ujar salah satu peserta. Kemungkinan tersebut terbuka lebar. Bahkan untuk memulainya, saat ini merupakan waktu yang tepat karena di saat ini, hampir semua program studi memiliki akreditasi minimal B bahkan beberapa program studi sudah terkreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Dan untuk level internasional, UT sudah mengantongi sertifikat akreditasi internasional yang diterbitkan oleh International Council for Distance Education (ICDE) untuk bidang pendidikan jarak jauh.   Dalam kesempatan ini pula, disampaikan peran UT sebagai institusi penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang berupaya menjadikan dirinya sebagai benchmark di tanah air. Hingga kini pun, sudah semestinya UT mampu mengubah mindset masyarakat untuk belajar dari model non jarak jauh menuju online learning. Hal ini selaras dengan harapan Menristekdikti, Prof M. Natsir, M.Sc. yang menginginkan UT sebagai leader cyber university. Harapan ini tentu harus dibuktikan dengan wujud nyata berupa kontribusi UT kepada pemerintah dalam meningkatkan angka partisisipasi dalam pendidikan tinggi berkualitas yang bisa menembus semua lapisan masyarakat di manapun berada. Tentunya UT siap menyambut harapan Menristekdikti dengan semangat dan optimis. Dalam rangka mewujudkan harapan tersebut, semua komponen UT  harus bekerja keras dan memiliki langkah –langkah strategis untuk mewujudkannya. Seperti halnya UPBJJ-UT Semarang semua komponen bekerja keras tanpa kenal lelah dalam berbagai kesempatan untuk memasyarakatkan UT kapan pun dan di mana pun. Dalam kesempatan ini, berkenan bertukar cindera mata Aspers Kasdam IV Diponegoro, Bapak Kolonel Inf. Gatot Heru Buana, S.H. dan Kepala UPBJJ-UT Semarang. Harapan besar pun  tercurah semoga UT dan Kodam IV Diponegoro bisa bersinergi bersama untuk meningkatkan kompetensi SDM para perwira Angkatan Darat dan bagi UT untuk meningkatkan angka partisipasi kasar mahasiswa UT. (binti-hasca)    

Nilai Plus Belajar Mandiri di Universitas Terbuka

Sebagai institusi pioner penyelenggara program Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) Universitas Terbuka (UT) selalu menjalin kerja sama dengan berbagai mitra. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan proses belajar mahasiswa yang secara faktual tersebar di seluruh pelosok nusantara. Termasuk juga dalam hal ini adalah mahasiswa yang ada di UPBJJ-UT Semarang dan Provinsi Jawa Tengah lainnya. Di usia yang sudah lebih dari tiga dekade ini, UT semakin memantapkan kiprah dan prestasinya. Dalam hal kerja sama, selain menjalin kemitraan dengan satuan kerja Pemerintah Kabupaten/Kota (BKPP, BPKAD, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olah Raga) yang ada di seluruh wilayah kerja UPBJJ-UT, UT juga bekerja sama dengan BRI, BTN, Bank Mandiri, Alfamart (untuk pembayaran) juga bermitra dengan PT Pos Indonesia (Posindo) dalam hal layanan distribusi bahan ajar. Bagi UT, kerja sama dengan PT Pos bukan hanya dalam hal distribusi bahan ajar namun juga untuk kepentingan pengiriman naskah dan hasil ujian akhir semester mahasiswa. Untuk memperlancar proses distribusi bahan belajar dan ujian mahasiswa, produk lainnya tersebut PT Posindo mengerahkan armadanya. Selain dengan PT Posindo, UT juga bermitra dengan vendor lain, misalnya dalam hal pengiriman bahan ajar dari kantor UT Pusat ke UPBJJ-UT seluruh Indonesia dan luar negeri. Kemitraan tersebut melalui proses lelang yang dilakukan di kantor UT Pusat. Vendor tersebutlah yang mengirimkan ke UPBJJ-UT berdasarkan permintaan sesuai stok opname yang dilakukan sebelumnya. Bahan ajar ini nantinya harus didistribusikan kepada mahasiswa sampai ke kelompok belajar dan kepada tutor pengampu mata kuliah tutorial tatap muka pada saat pembekalan tutor. Tentu hal ini bukan perkara mudah dalam hal pendistribusiannya. Perlu ada kecermatan dan akurasi data yang valid, sehingga tidak ada kekeliruan distribusi bahan ajar. Apabila terjadi selisih satu paket saja, akan mempengaruhi proses belajar mahasiswa di semester berjalan. Dan ini sangat merugikan mahasiswa. Untuk itulah, UT sangat mencermati hal detail semacam ini demi memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa yang ada di pelosok nusantara. Kepedulian kami pun bukannya tanpa kekurangan. Masih banyak hal yang harus dibenahi mengingat jangkauan mahasiswa UT hingga pelosok desa, yang memungkinkan potensi kesalahan bisa saja terjadi suatu saat. Akan tetapi, UT pun sudah membentengi dirinya dengan sebuah tatanan prosedural yang dinilai secara rutin oleh lembaga penjamin mutu di tingkat nasional maupun internasional. Alasan UT menyodorkan diri sebagai subjek penilaian penjaminan mutu internasional adalah agar kualitas layanan pendidikan yang diselenggarakan oleh UT juga diakui oleh dunia, sehingga tidak ada lagi keraguan masyarakat dunia internasional terhadap UT. Begitu juga tak ada lagi alasan bagi masyarakat Indonesia dalam melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, meskipun mereka berstatus sebagai pekerja, karyawan, wiraswastawan, tenaga kerja Indonesia di luar negeri, atau baru lulus yang belum bekerja sama sekali. Inilah komitmen UT, ikut berkiprah mencerdaskan bangsa, dan menjadi institusi penyelenggara pendidikan tinggi, terbuka, dan jarak jauh yang melayani dengan sepenuh hati. Keunggulan UT dengan kebebasan tahun lulus SLTA – sesuai ijazah – sangat memudahkan masyarakat dalam hal kesempatan belajar. Sebagai ilustrasi, apabila ada seseorang lulus SLTA pada tahun 1980 dan belum sempat kuliah saat itu, kini mereka bisa mengikuti pendidikan di jenjang yang lebih tinggi tanpa mengikuti seleksi masuk apapun dan tanpa uang pangkal dan atau uang gedung sedikit pun. Inilah kemudahan awal yang diberikan oleh UT bagi calon mahasiswa yang ingin belajar di UT. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tersebut pun tak perlu harus datang ke kampus yang secara fisik tampak nyata infrastukturnya. UT menyilakan mahasiswa untuk belajar secara online, mandiri, dan berinteraksi dengan sesama mahasiswa pada program studi yang sama di seluruh Indonesia dan di luar negeri. Peluang interaktif semacam ini sudah dirasakan manfaat dan keunggulannya oleh mereka yang akhirnya dapat memperoleh pekerjaan layak setelah menjalin komunikasi dengan mahasiswa lintas pulau dan lintas negara. Inilah keunggulan lain yang selama ini belum terdeteksi secara detail. Selain layanan dalam pembelajaran, UT juga memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minat termasuk mengembangkan kompetensi berwirausaha. Pelatihan pengembangan diri juga disediakan oleh UT terutama bagi mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi dan CSR. Kini, tibalah saatnya bagi masyarakat Jawa Tengah yang ingin belajar di UT, untuk bisa berkonsultasi dan berdiskusi dengan kami di UPBJJ-UT Semarang, Jalan Raya Semarang-Kendal Km 14,5 Mangkang Wetan, Semarang. Silakan kontak pada 024-8666044 ekstension 102, 103, atau 112 atau bisa via WA ke nomor 085601100042, www.semarang.ut.ac.id. Selamat bergabung dan nikmati kesuksesan masa depan Anda bersama Universitas Terbuka.  

Kapolres Pemalang: Silakan Kuliah Biar Maju SDM Kita

Menyongsong pendaftaran mahasiswa baru periode kedua tahun 2018 ini Universitas Terbuka (UT) terus luaskan kerja sama. Sebenarnya jalinan kerja sama antara UT dengan beberapa instansi telah ada namun Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Semarang terus berupaya menambah jaringan perluasannya. Termasuk dalam hal ini adalah kunjungan Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr Suparti, M.Pd beserta Tim Sosprom di Kantor Polres Kabupaten Pemalang. Melalui kegiatan ini, ia memberikan asupan semangat bagi anggota kepolisian yang berkeinginan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. “Sudah ada kerja sama antara UT dengan Polri, dan kita tinggal merealisasikannya. Tak perlu ragu lagi sebab Bapak dan Ibu serta adik-adik anggota kepolisian tidak perlu meninggalkan tugas untuk kuliah di UT”, papar Suparti. ”Tak kenal maka tak sayang”. Untuk itulah maka beberapa materi ke-UT-an disampaikan di hadapan anggota Polres Pemalang ini, antara lain: tentang profil UT, sejarah berdirinya UT, fasilitas yang dimiliki oleh UT Pusat dan UPBJJ-UT Semarang, sistem pendidikan, cara registrasi, pembelajaran, pelaksanaan ujian, kelulusan, biaya pendidikan, serta memberikan gambaran tentang profil alumni UT yang berhasil di negeri ini. Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan ke beberapa instansi mitra potensial, yang di dalamnya terdapat unsur calon mahasiswa. Di lokasi ini, tim sosialisasi promosi UPBJJ-UT Semarang disambut oleh Kapolres Pemalang AKBP Agus Setyawan, S.H., S.I.K., yang mendukung sepenuhnya upaya peningkatan kualifikasi jenjang pendidikan bagi anggotanya. “Bagi anggota di sini yang belum sarjana, untuk meningkatkan kualitas SDM di lingkungan Polres Pemalang saya sarankan untuk segera kuliah. Sekarang ada UT di sini. UT sudah terakreditasi BAN-PT, sistemnya jarak jauh, fleksibel, serta biayanya terjangkau…”, paparnya memberikan semangat saat pembukaan acara di Ruang Rekonfu Polres Pemalang. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta sosialisasi promosi antara lain mengenai ketersediaan beasiswa bagi anggota Polri. Di samping itu, ada pertanyaan yang diajukan guna mengetahui kemungkinan adanya pengurangan mata kuliah atau pengurangan semester bagi anggota Polri yang sudah bekerja puluhan tahun. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Kepala UPBJJ-UT Semarang, bahwa fasilitas beasiswa akan ditanyakan kepada Kantor Wakil Rektor IV UT, sedangkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya pengurangan mata kuliah atau semester, disampaikan bahwa kemungkinan tersebut bisa saja terjadi. “Bagi calon mahasiswa yang sudah pernah kuliah dan mengajukan alih kredit dari perguruan tinggi sebelumnya, maka UT akan memperhitungkan jumlah beban sks yang akan dibebaskan, ujar Suparti menjawab pertanyaan peserta. Namun jika dasarnya adalah pengabdian kepada negara, maka hal itu belum bisa diperhitungkan sebagai program pengakuan beban sks”.  Di sela-sela kegiatan di Polres Pemalang, Kepala UPBJJ-UT Semarang juga bersilaturahim ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang yang selama ini sudah bermitra dengan UPBJJ-UT Semarang. Di ruang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang, Suparti ditemui oleh Kepala, Sekretaris, dan Kabag PTK Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang. Silaturahim ini membahas pengembangan UT di Kabupaten Pemalang . Semoga ikhtiar yang terus menerus ini membawa hasil dalam peningkatan APK. (hasca)

Semua bisa, jika kita mau ….

Semua bisa, jika kita mau …. Jadi mahasiswa baru kok kayak anak muda lagi. Rasanya beda… Pernyataan itu muncul dari salah satu peserta Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Program Non-Pendas (FHISIP, FE, FMIPA, FKIP) yang hadir dalam kegiatan tersebut di UPBJJ-UT Semarang. Sebagai salah satu mahasiswa yang memiliki usia tak muda lagi, ia tidak merasa minder. Bahkan, satu tujuannya kuliah di UT adalah memberikan teladan bagi puteranya yang enggan kuliah sejak lulus SLTA. “Anak saya milih kerja, nggak mau kuliah. Setahu saya, di UT bisa disambi kuliah kalau sudah kerja. Nyatanya, di sini banyak yang sudah kerja. Mudah-mudahan semester depan anak saya sadar dan mau kuliah bareng saya di sini”. Memang, kesadaran untuk belajar pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi – terutama kuliah – belum merasuk dengan baik di masyarakat kita. Masih ada pertentangan yang meragukan manfaat kuliah. Apalagi jika yang bersangkutan sudah bekerja, memikirkan kebutuhan rumah tangga, dan tidak mengikuti perkembangan kebutuhan sumber daya manusia di jangkauan tahun ke depan. Hal ini amatlah disayangkan karena kita tidak bisa memprediksi kebutuhan resource handal nantinya. Padahal ada UT yang memberikan layanan fleksibel dalam belajar. Menurut Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr Suparti, M.Pd., kuliah di UT seharusnya justru menjadi modal bagi mahasiswa untuk berpacu dengan waktu. Selain bekerja, mahasiswa bisa kuliah dengan berbagai modus belajar yang mereka inginkan. “Jangan sia-siakan kesempatan belajar dan bekerja sekaligus di waktu yang sama, daripada menyesal di lain waktu”, himbaunya di hadapan mahasiswa baru UT. Baginya, kuliah menjadi satu bekal baru bagi mereka yang peduli dengan dirinya, peduli dengan nasibnya. Mudah bagi orang lain untuk menjatuhkan ketika kita tidak punya bekal kuat untuk bersaing. Akan semakin terpuruklah kita jika tidak mengikuti perkembangan dan kebutuhan zaman. Saat ini memang waktu terberat untuk memulai, namun akan lebih berat jika ditunda. Apalagi tidak dilaksanakan sama sekali. Beberapa mahasiswa yang berkumpul di saat rehat pun menyatakan pendapat serupa. Sambil menerima bahan ajar program sipas, mereka berujar bahwa kesempatan dan ketersediaan waktu menjadi kendala utama jika kuliah, selain di UT. “Jujur saja, saya inginnya kuliah di negeri. Tapi karena saya kerja, dan adik-adik saya butuh biaya juga, saya kuliah di sini. Biaya yang saya keluarkan juga masih logis. Saya nggak perlu kos atau kontrak. Makan juga masih bareng sama ibu saya. Semua ada di UT, tinggal kita mau nanya-nanya nggak. Kepo gitu lah… Saya tinggal bayar kuliah dari hasil kerja saya. Tapi karena tempat kerja menuntut saya punya ijazah S1, ya saya kuliah. Kalau pakai SMA, gaji saya akan segini-gini aja”, papar mahasiswa yang bekerja di perusahaan multinasional. (hasca)  

Membangun Kemitraan, Memajukan UT

Membangun Kemitraan, Memajukan UT Banyak cara bisa ditempuh agar sebuah institusi semakin dikenal dan berkembang. Salah satunya yang dilakukan oleh UPBJJ-UT Semarang dalam kegiatan rapat koordinasi pengurus kelompok belajar (rakor pokjar). Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari di Hotel Ibis Kota Semarang ini, dihadiri oleh seluruh pengurus pokjar dari 13 kabupaten/ kota yang dinaungi oleh UPBJJ-UT Semarang. Kehadiran pengurus pokjar membawa semangat dan warna baru, di saat Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr Suparti, M.Pd hadir di kota loenpia ini tepat sebulan lalu. Berbagai informasi terbaru disampaikan oleh Kepala UPBJJ-UT Semarang dan tim, yang sudah berbagi tugas dalam kegiatan yang juga diiringi dengan penantanganan MoU UT dengan pengurus pokjar untuk masa 2018. Dalam kesempatan ini, hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Bapak Drs. Gatot Bambang Hastowo, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang positif terkait pendidikan tinggi, terbuka, dan jarak jauh. “Bagi saya, UT bukan hal baru. Sudah banyak peran UT dalam mencerdaskan bangsa. Ke mana pun kita pergi di negeri ini, akan kita temui alumni UT. Kebesaran dan kejayaan UT sudah tidak diragukan lagi. Untuk itu, marilah kita bekerja sinergis untuk kemajuan pendidikan Jawa Tengah”, ucapnya. Harapan tinggi ia sandarkan kepada UT, agar pada waktu yang akan datang dapat semakin maju dan diterima masyarakat. “Inovasi perlu terus diupayakan agar kebutuhan pendidikan selaras dengan kompetensi yang dituntut oleh berbagai bidang kerja”. Selaku penyelenggara kegiatan tahunan, UPBJJ-UT Semarang mengucapkan terima kasih terhadap apresiasi yang diberikan oleh pemerintah. “Pada dasarnya, UT akan selalu mengikuti ketentuan pemerintah, bekerja sama dengan semua pihak secara kolaboratif, sehingga akan tercipta suasana kerja kondusif”, kata Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr. Suparti, M.Pd. Ia berharap, melalui kegiatan koordinatif ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat yang ingin, sedang, dan sudah pernah belajar di UT. “Penting bagi kami untuk terus berbenah, sehingga kami tidak lupa bahwa masih ada banyak hal yang harus diperbaiki. Untuk itu, kami berharap agar seluruh kendala yang dialami oleh Bapak dan Ibu dapat disampaikan di forum ini, sehingga kita semua yang hadir di sini dapat saling mengisi dan memperbaiki kendala tersebut”, imbuhnya. Secara umum, pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik, lancar, dan tertib. Beberapa pengurus pokjar yang sempat ditemui menyatakan kegembiraannya karena dapat bekerja sama lagi dengan UT. “Tujuan utama acara ini adalah sosialisasi kebijakan baru dan ajang untuk saling mengenal – utamanya dengan Kepala UPBJJ-UT Semarang yang baru. Ini penting bagi kami dan kami akan berupaya meningkatkan bentuk kerja sama yang selama ini sudah terjalin. (hasca)

Menristekdikti Singgung Pengembangan PJJ di Hardiknas 2018

Pada tahun-tahun belakangan ini, Indonesia semakin dihadapkan dengan berbagai perubahan yang sangat cepat terutama dalam sektor teknologi yang sering juga disebut era Revolusi Industri 4.0. Mau tak mau, kemampuan adaptasi yang juga harus cepat menjadi hal mutlak agar dapat bersinergis dengan perubahan-perubahan tersebut. Terlebih lagi, bagi sumber daya manusia Indonesia yang saat ini mulai merasakan bonus demografi. Hal tersebut menjadi bahasan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) dalam sambutannya pada puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018. Sambutan tersebut dibacakan oleh Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. yang menjadi Pembina di upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) UT, di kantor pusat UT (02/04/2018). Sub tema yang dicanangkan oleh Kemenristekdikti di Hardiknas tahun ini adalah ”Membumikan Pendidikan Tinggi, Meninggikan Kualitas Sumber Daya Manusia”. Lebih jauh lagi, Menristekdikti menyampaikan bahwa Kementeriannya tengah menggagas beberapa kebijakan untuk menjawab kebutuhan di era ini. Dalam waktu dekat Kemenristekdikti akan mengeluarkan permenristekdikti untuk mendukung pelaksanaan program Pendidikan Jarak Jauh atau PJJ. Salah satu implementasinya adalah pembangunan universitas siber (Cyber University) yang dipersiapkan untuk pembelajaran daring. Dengan begitu, pendidikan tinggi ke depan akan menawarkan banyak pilihan model pembelajaran, mulai dari face to face, online learning, hingga blended learning. “Kita tidak dapat memungkiri bahwa saat ini pendidikan memang sudah mengarah ke online learning.” pungkasnya. Ia berharap dengan pengembangan PJJ ini, akses masyarakat dalam menempuh jenjang pendidikan tinggi berkualitas dapat meningkatkan secara signifikan. Seperti yang diketahui, angka partisipasi kasar atau APK pendidikan tinggi saat ini baru 31,5%. Jika pembelajaran hanya diterapkan secara konvensional, peningkatan APK hanya berkisar di 0,5% per tahun. Dengan terobosan PJJ ini, diharapkan APK pendidikan tinggi mampu melesat mencapai 40% di tahun 2022-2023, asalkan PJJ dapat diakses oleh lebih banyak orang dan secara efektif diterapkan. Menteri juga menghimbau kepada seluruh perguruan tinggi baik PTN maupun PTS, dalam semangat Hari Pendidikan Nasional ini, untuk bergandengan tangan membangun Indonesia melalui pendidikan tinggi yang berkualitas. Seperti pada tahun sebelumnya, momen Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini juga sekaligus menjadi ajang pembukaan rangkaian kegiatan Dies Natalis UT yang tahun ini memasuki angka ke-34. Rangkaian kegiatan Dies Natalis tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UT dengan menerbangkan balon udara Dies Natalis UT ke-34. Pembukaan ini adalah tanda dimulainya beberapa agenda untuk menyambut hari jadinya pada 4 September nanti. Tema yang diambil pada Dies Natalis UT kali ini adalah “Merajut Nusa Membangun Bangsa”.