Daftar Lulusan Periode IV Tahun Akademik 2017/2018 UPBJJ-UT Semarang

Yth. Mahasiswa UPBJJ-UT Semarang, Selamat dan Sukses kami ucapkan kepada mahasiswa yang telah lulus atau teryudisium. Berikut kami sampaikan Daftar Penetapan Kelulusan Periode IV Tahun Akademik 2017/2018 (2018.2) UPBJJ-UT Semarang sesuai SK Rektor Nomor 2417/UN31/KEP/2018 tgl 16 Maret 2018. Bila NIM dan Nama Anda tercantum silahkan segera isi Formulir Pas Photo Cetak Ijazah dan serahkan ke kantor UPBJJ-UT Semarang secara langsung maupun melalui KBM/Pokjar terdekat. Daftar Yudisium Pendas : Daftar Yudisium Non Pendas : Demikian informasi ini kami sampaikan. Terima kasih.
Tingkatkan Hubungan, UT Kunjungi Kompas

Tak satu pun organisasi atau institusi di dunia ini, dapat berkembang sendiri tanpa bekerja sama dengan pihak lain. Simbiosis mutualisme akan selalu dibutuhkan dalam meningkatkan kapasitas diri suatu institusi. Terlebih lagi bagi institusi pendidikan yang berkewajiban mencerdaskan masyarakat, kerja sama dalam berbagai bidang wajib dilakukan khususnya dalam menyediakan informasi dan akses pendidikan. Dalam hal ini peran media sebagai penyedia informasi akurat sangatlah vital. Kualitas suatu informasi yang sampai hingga ke mata atau telinga masyarakat sangat bergantung pada media. Universitas Terbuka (UT) sangat menyadari hal ini sehingga komunikasi yang baik dan kerja sama dengan berbagai media terus dikembangkan UT. Rabu (14/3/2018) kemarin, UT mengunjungi Kompas yang merupakan salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia. Kunjungan ini dilakukan langsung oleh Rektor UT beserta jajarannya ke kantor redaksi Kompas di Palmerah Selatan, Jakarta. Kunjungan ini pun disambut oleh Pemimpin Redaksi dan beberapa jajarannya. Dalam kunjungan tersebut, Rektor UT Ojat Darojat mengutarakan maksud dan tujuannya berkunjung ke Kompas. Ia mengenalkan beberapa hal terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di UT. Ojat juga menyampaikan bagaimana UT menghadapi era revolusi industri 4.0 yang saat ini tengah dihadapi semua sektor. UT membuka diri ke media yang ingin mengetahui perkuliahan UT secara komprehensif, sehingga informasi tentang manfaat kuliah di UT dapat sampai dengan baik ke masyarakat. Ojat juga menyampaikan adanya kemungkinan kerja sama antara UT dan Kompas ke depan. Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo melihat tren pendidikan saat ini memang mengarah ke distance learning. Menurutnya, UT telah membaca konsep ini lebih dulu. Ia menerangkan Kompas juga telah mengembangkan pemberitaannya menjadi digital. Bahkan , Kompas juga tengah mengembangkan inovasi-inovasi dalam penyediaan informasi dan berita sehingga dapat sejalan dengan perkembangan digital dewasa ini. Budiman mengatakan Kompas selalu terbuka dengan ruang-ruang kerja sama dengan berbagai pihak. Kunjungan UT siang itu diisi dengan diskusi tentang potensi kerja sama apa yang dapat dilakukan kedua belah pihak mendatang. Langkah aktif ini diambil UT dalam rangka menjalin hubungan baik dan membuka diri kepada mitra-mitra UT agar informasi yang akurat dan bermanfaat dapat tersampaikan ke semua kalangan.
UT Mengaji di Kota Wali

Kota Cirebon merupakan salah satu titik penting simpul pergerakan transportasi Pulau Jawa dan dikenal sebagai kota Wali. Di kota tersebut terdapat Masjid Raya At Taqwa dan Islamic Center yang menjadi menjadi pusat syiar Islam sekaligus ikon di Kota Cirebon. Selain sebagai pusat pelayanan ibadah, juga pengembangan kajian dakwah dan pembinaan masyarakat muslim Kota Cirebon. Pada Sabtu pagi yang cerah , 10 Maret 2018 digelar kegiatan Universitas Terbuka Mengaji dan Tabligh Akbar yang dipimpin oleh KH. Buya Yahya Zainal Ma’arif. Dengan dihadiri oleh sekitar 2000 orang yang terdiri dari siswa dan siswi kelas XII SMA/SMK/MA, mahasiswa UT, dan masyarakat umum, serta unsur Muspida Kota Cirebon. Kegiatan tersebut terselenggara dengan lancar.
UT Adakan Sarasehan dengan Atdikbud KJRI

Memberikan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat dengan asas ‘borderless‘ merupakan hal mutlak yang dipegang oleh Universitas Terbuka (UT), tak terkecuali bagi mereka yang bekerja dan berdomisili di luar negeri. Tercatat, ribuan WNI yang berada di luar negeri kini telah menjadi mahasiswa UT. Bukan perkara mudah bagi UT untuk memfasilitasi layanan pendidikan tersebut. Dalam hal ini UT tak bekerja sendiri. UT memberikan layanan mahasiswanya dengan bantuan dan dukungan dari pemerintah khususnya KBRI yang ada di negara bersangkutan. Kerja sama sinergis tersebut dirasa perlu dipelihara terlebih ditingkatkan agar pelayanan pendidikan kepada mahasiswa dapat berjalan optimal. Dalam upaya tersebut, UT melalui Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri mengadakan Sarasehan Universitas Terbuka bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), Wakil Republik Indonesia di UNESCO. Sarasehan ini juga atas kerja sama dengan Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (PKLN) Kemendikbud, Direktorat Kerjasama Teknik Kemenlu, dan Direktorat Bina Produktivitas Kemenaker. Kegiatan ini dilangsungkan di Century Park Hotel, Jakarta, 8 Februari 2018. Sarasehan yang dipandu oleh Kepala Pusat PPHIK, Dian Budiargo diisi dengan diskusi antara Rektor UT Ojat Darojat, Wakil Rektor Bidang Akademik UT Mohamad Yunus, Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri UT Dewi A. Padmo, Kepala Biro PKLN yang diwakili oleh Kepala Bagian Fasilitas Internasional Dedi Karyana, dengan 17 Atdikbud dari berbagai KJRI di seluruh dunia. Dalam pertemuan ini, didiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi KJRI ketika menyelenggarakan atau akan mulai menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bersama UT. Tak sedikit pula peserta sarasehan yang melontarkan pertanyaan terkait pelaksanaan PJJ dan langkah-langkah yang mungkin dapat ditempuh. Rektor UT menyampaikan terima kasihnya atas kerja sama selama ini dalam memberikan kesempatan kepada WNI yang berdomisili di luar negeri, untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya melalui PJJ di UT. “Tanpa dukungan dan bantuan serta kerja sama dari Bapak Ibu sekalian, sulit bagi UT untuk menyediakan layanan pendidikan sampai ke puluhan negara” tuturnya. Ia menyampaikan, UT akan terus berusaha untuk semakin meningkatkan kualitas dan aksesibilitas seluas-luasnya kepada masyarakat termasuk yang berada di luar negeri, sesuai dengan perkembangan teknologi tepat guna. Dengan diselenggarakan acara Sarasehan ini, diharapkan kerja sama antara UT dan KJRI melalui Atdikbud dapat terus terjalin baik. Kerja sama ini tak lain bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas kepada warga negara terutama yang tengah berjuang di luar negeri, agar kompetensi mereka dapat meningkat dan siap bersaing di pasar global. Selain itu, Angka Partisipasi Kasar warga negara Indonesia khususnya yang berdomisili di luar negeri.
Studi Banding Layanan Online Learning, BINUS kunjungi UT

Mengawali pekan minggu kedua Februari kali ini, Senin, 5 Februari 2018, Universitas Terbuka (UT) mendapat kunjungan tamu dari Universitas Bina Nusantara (BINUS). Rombongan operasional Binus diketuai Wakil Direktur Binus Online Learning, Agus Putranto, diterima secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Institusi dan Kerjasama UT Drs. Moh. Muzammil, MM, dan para Kepala Pusat Operasional UT di Gedung Rektorat Lantai 2. Wakil Direktur Binus Online Learning, Agus Putranto, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kunjungan kali ini sebagai momentum silaturahmi serta secara khusus ingin mengetahui lebih banyak tentang UT “kami datang kesini ingin mengetahui lebih banyak mengenai proses di UT, karena kita juga meminta kepada pemerintah untuk menjalankan program pendidikan jarak jauh” ujarnya. Senada dengan Agus Putranto, Drs. Mohammad Muzammil juga menyebut kunjungan ini sebagai sharing bersama antar institusi yang juga menerapkan online learning. Diskusi kunjungan berlangsung menarik antar kedua perguruan tinggi tersebut. Skema sistem pembelajaran online menjadi hal utama pembahasan bagi BINUS untuk mengetahui lebih dekat tentang UT, dimulai dari proses pembelajaran hingga implementasi skema sistem ujian berbasis online. Kegiatan kunjungan kali ini di akhiri dengan mengunjungi unit-unit layanan operasional terkait yakni unit Pusat Pengembangan Multi Media UT dan unit Pusat Pengelolaan Bahan Ajar UT.
Sosialisasi dan Promosi UT dalam Berbagai Modus
Berbagai upaya dilakukan UPBJJ-UT Semarang untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Universitas Terbuka. Seperti halnya yang dilakukan di UPBJJ-UT Semarang, yang langsung dikomandani Ibu Dr. Suparti, M.Pd, Kepala UPBJJ-UT Semarang. Hari Selasa, 9 Januari 2018. Mulai dari pukul 07.30 bergerak dari kantor UT di Mangkang, Semarang menuju Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang yang berlokasi di Ungaran. Alhamdulillah ditengah jadwal yang padat, Tim Sosporom UT dapat diterima dan bersilaturrahim dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Bapak Moh Natsir beserta jajaran pimpinan yang lain yakni Sekretaris Dinas Ibu Astuti, Kabid PTK dan Kasi Pendas. Disamping berkenalan dengan Bapak Kepala Dinas, Kepala UPBJJ-UT Semarang menyampaikan tujuan kedatangannya, tentunya mohon dukungan terhadap UT dalam meningkatkan jalinan kemitraan antara UT dan Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, yang selama ini sudah dibangun bisa terus bersinergi dengan harmonis dalam meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Semarang secara khusus dalam lingkup dinas pendidikan. Kunjungan inipun disambut baik oleh Bapak Kepala Dinas dan beliau siap mendukung semua program UT. Kegiatan dilanjutkan siaran UT di radio Rasika USA ( Ungaran, Salatiga, Ambarawa) 105,6 FM. Talk show dimulai tepat pukul 09.00 hingga 10.00. Dipandu Mas Yulius Ardian mulai mengudara dengan memperkenalkan apa, mengapa, dan bagaimana UT. Acara dilaksanakan secara interaktif, pendengar bisa langsung bertanya tentang UT dan langsung ditanggapi secara langsung. Acara ini cukup positif dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pendengar, disamping jangkauan radio Rasika tidak hanya USA saja akan tetapi bisa didengar sampai Rembang dan Blora wilayah timur terjauh UPBJJ-UT Semarang. Kegiatan hari ini tidak berhenti siaran, lanjut bersilaturrahim dengan Kepala Balai Pengendali Menengah dan Khusus (BP2MK) Wlayah 1 Semarang, Bapak Askuri. BP2MK merupakan Satuan kerja baru dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 117 tahun 2016, di bawah Dinas Pendidikan dan Provinsi Jawa Tengah, membawahi SMA dan SMK negeri dan swasta, yang memiliki tugas membantu dinas pendidikan dalam melaksanakan tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu dibidang pengendalian unit pelaksanaan satuan pendidikan formal. Di Jawa Tengah sendiri ada 6 (enam) BP2MK yang terbagi dalam BP2MK wilayah 1 s.d. 6. Sedangkan BP2MK Wilayah 1 Semarang meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kab. Demak, Kab. Grobogan, Kab. Semarang, dan Kab. Kendal. Hasil pertemuan dengan Bapak Askuri , beliau siap men-support kegiatan UT yang berkecimpung dalam bidang pendidikan. Beliau juga mengizinkan bahkan bersedia ikut serta untuk mensosialisasikan UT di sekolah-sekolah mana kala diperlukan. Kegiatan menjelang sore dimanfaatkan untuk menemui Gus Maghfur Siradj di Hotel Santika Semarang, sebagaimana janji yang sudah disepakati sebelumnya untuk bertemu, kebetulan beliau ada rapat kerja di hotel Santika. Pertemuan dengan Gus Maghfur (wakil sekretaris jendral) Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren (MP3) se- Indonesia dalam rangka penjajagan untuk membuka kelas UT di pondok pesantren-pondok pesantren khususnya di wilayah UPBJJ-UT Semarang. Program yang direncanakan dalam bentuk silaturrahim dengan menghadirkan pengasuh pondok pesantren dalam wilayah UPBJJ-UT Semarang. Beliau bersedia membantu terselenggaranya program silaturrahim ini agar program kelas UT di pondok pesantren bisa terealisasi dengan baik. (binti)
Pameran Kab. Blora
Dalang Ki Sigit Ariyanto: Sudah Nggak Zamannya Kuliah Jauh dari Rumah… Hari jadi Kabupaten Blora ke 268 yang jatuh pada tanggal 11 Desember 2017, ditandai oleh berbagai kegiatan antara lain: karnaval dan pawai seni di Blora, pagelaran wayang kulit, pameran, bazaar, dan peresmian Taman Tuk Buntung yang lokasinya ada di Kecamatan Cepu. Dalam kegiatan ini, Universitas Terbuka (UT) UPBJJ Semarang juga ikut ambil bagian. Pemda Kabupaten Blora yang menginisiasi kegiatan ini menggandeng UT dan Exxon Mobile Indonesia. Sore hari sebelum acara di lapangan Tuk Buntung Cepu, UT juga melakukan kegiatan sosialisasi promosi di Radio Gagak Rimang FM Blora dengan narasumber Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr Suparti, M.Pd., Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Bambang Yulianto, ST, M.Si., dan Pengurus Pokjar Kabupaten Blora, Sumarno, SE, MM serta Kabid GTK Dispendik Kab Blora, Endang Rukmiati, S.Pd., M.Pd. Saat talkshow di Radio Gagak Rimang acara dipandu oleh mbak Tia yang merupakan mahasiswa Universitas Terbuka Pokjar Blora. Ditekankan pada siaran tersebut bahwa UT merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) yang siap melayani siapa saja, di mana saja, kapan saja, dan dapat diikuti oleh siapa saja tanpa ada tes masuk kecuali S2 yang tatap muka. Meskipun Penutupan perayaan hari jadi dilaksanakan di ujung tahun, yaitu tanggal 22 Desember 2017, namun masyarakat tetap antusias menikmati hiburan rakyat ini. Tengok saja wayang kulit dengan lakon Gareng Mantu yang didalangi oleh Ki Dalang Sigit dari Kabupaten Blora, tetap menyedot perhatian publik. Di sela-sela guyonan dalang ini, sponsor tentang UT pun ia lakukan. Sesekali ia menyinggung tentang pentingnya sekolah dan mengenyam pendidikan tinggi. Inserting statement semacam ini menjadi salah satu produk kegiatan sosialisasi dan promosi yang sangat penting buat UT. Selain buka stan pameran, Tim sosprom UT juga membagikan leaflet kepada masyarakat pecinta wayang kulit yang ada di lapangan Tuk Buntung. Belum lagi tampilan posisi panggung, banner, spanduk, umbul-umbul yang mendominasi lapangan di tengah pusat keramaian Cepu ini, seakan meneguhkan bahwa pendidikan tinggi, terbuka, dan jarak jauhnya UT ada di dekat masyarakat. Mereka tak perlu lagi kuliah jauh-jauh di perguruan tinggi negeri dengan meninggalkan rumah atau tempat kerja. “Wis ora zamane maneh kuliah adoh saka omah. Saiki wis ana UT nang ngarep irungmu (sudah nggak zamannya lagi kuliah jauh dari rumah. Sekarang sudah ada UT di depan hidung kalian, red.)”, cetus dalang konyol ini. Dalam kesempatan ini pula, Bupati Blora Djoko Nugroho, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah rela berduyun-duyun datang di Taman Tuk Buntung sejak siang hingga lewat larut malam untuk menikmati sajian hiburan gratis. Ia berharap agar semuanya menjaga kerukunan bersama dan mensyukuri yang sudah diperoleh selama ini. “Tahun depan, di 2018, semuanya harus kerja lebih keras karena tantangannya makin berat”, ujar mantan Dandim Blora ini. Begitu juga dengan Camat Cepu, Joko Sulistiyono yang turut mendampingi Bupati Blora menyatakan, bahwa ketertiban acara ini harus terus dijaga. “Tuk Buntung bukan untuk tempat kumuh. Kami siapkan satpol PP yang akan terus menertibkan warga dan pedagang jika terjadi pelanggaran. Jadi, kita semua sepakat ya bahwa Tuk Buntung adalah aset kita bersama dan kita wajib menjaganya demi kenyaman semua”.(hasca-binti)
Layanan kami selalu sinambung simultan
Layanan kami selalu sinambung simultan Universitas Terbuka UPBJJ Semarang Pemeriksaan hasil kerja ujian akhir semester mahasiswa Program Pendas dalam bentuk uraian, baru-baru ini terselenggara di Ruang Sidang Lantai 3 UPBJJ-UT Semarang. Kegiatan yang diikuti oleh 33 korektor ini berlangsung selama dua hari. Mereka adalah para dosen dari Universitas Negeri Semarang dan Universitas Islam Negeri Walisongo, yang memang memiliki komitmen baik ketika berkolaborasi dengan UT. Kegiatan enam bulanan ini rutin dilakukan setelah UAS berlangsung. “Kami senang sekali karena dapat membantu proses pembelajaran di UT. Bukan sekadar melakukan pemeriksaan, namun kami juga melihat tren mahasiswa dalam mendeskripsikan jawabannya”, ujar salah satu korektor. Dan khusus bagi UPBJJ-UT Semarang, hal ini menjadi satu kemudahan tersendiri mengingat bahwa unsur korektor harus berasal dari luar UT. “Dan kebetulan, mitra kami dari luar UT sangat mudah dimintai tolong dan punya komitmen kerja yang baik hingga malam larut”, papar Koordinator Registrasi dan Ujian, Drs Edi Prayitno, M.Pd. Sama hal dengan kegiatan pemeriksaan Buku Jawaban Ujian Tugas Akhir Program (TAP), Keterampilan Menulis, dan laporan Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) Program Pendas tahun lalu, pada pelaksanaan kali ini tim harus bekerja ekstra keras karena berdekatan dengan akhir tahun. Seluruh kegiatan dan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangannya harus usai sebelum tanggal di bulan Desember habis. Untuk menyiasati hal itu, panitia pemeriksaan hasil ujian mahasiswa harus bersedia menunggui waktu pelaksanaan koreksi hingga melewati jam kerja. “Ini semua untuk memudahkan pertanggungjawaban kegiatan koreksi karena bagaimana pun juga, UT sudah dibantu oleh para dosen dari luar UT yang juga memiliki kesibukan sendiri”, kata Edi. Tahap selanjutnya setelah pengoreksian, UPBJJ-UT Semarang akan melakukan pengiriman rekap nilai TAP dan Keterampilan Menulis ke UT Pusat, sedangkan untuk hasil pengoreksian PKP dientry oleh tim UPBJJ. Setelah itu tahap pengumuman nilai UAS dan registrasi mahasiswa di semester berikutnya. Begitulah seterusnya, sirkulasi kerja UT yang dilakukan secara simultan sinambung, guna memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Dengan motto “Melayani tiada henti dengan setulus hati untuk kejayaan negeri ini” disingsingkan lengan maju untuk Universitas Terbuka yang lebih maju. (hasca)
Sarasehan PJJ di Universitas Terbuka
Bangunlah UT, Jangan Tertidur Pulas … (Sarasehan PJJ di Universitas Terbuka) Keinginan untuk selalu merasa dibutuhkan, wajar dimiliki oleh individu yang punya ambisi. Bagaimana halnya dengan institusi seperti UT? Ada ambisi semacam itu, tapi sifatnya tidak ambisius. UT ingin sekali menjadi institusi pendidikan tinggi, terbuka, dan jarak jauh yang selalu dibutuhkan. Selalu dinanti inovasinya oleh masyarakat. Percaya dan yakin seyakin-yakinnya bahwa tidak ada sikap ambisius yang diusung oleh UT, apalagi kaitannya dengan pemerataan kesempatan pendidikan warga Indonesia. Semua sudah ada porsinya. Sudah ditentukan pangsa pasarnya. Predikat sebagai mega university, agaknya tidak berlebih bagi UT. Pernyataan bahwa wajar saja jika UT dijuluki raksasa pendidikan tinggi jarak jauh Indonesia, adalah sesuatu yang tidak perlu menjadi kerisauan tersendiri. Argumentasi tadi dilatarbelakangi oleh pernyataan Kemenristek Dikti pada saat penanyangan video hasil rekaman kegiatan Temu Ilmiah Nasional Guru di Kantor Pusat UT, di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan dalam acara Sarasehan Pendidikan Tinggi, Terbuka, dan Jarak Jauh (PTTJJ) beberapa waktu lalu. Asa yang dibeberkan oleh Menristek Dikti seakan membangunkan warga UT bahwa pemerintah peduli dan memberikan kesempatan luas bagi UT untuk mengembangkan sayap kiprahnya di dunia pendidikan jarak jauh. “Regulasi apapun. Aturan mana yang sekiranya masih dinilai menghambat atau mempersulit perkembangan UT, silakan bawa ke saya. Mari kita bicarakan dan cari jalan keluarnya, sehingga UT bisa makin maju dengan elearning-nya. Konsep pendidikan bermedia yang sudah dikembangkan UT bisa dimanfaatkan oleh siapa pun yang mau belajar dan maju”, begitu kira-kira kalimatnya. Bola hangat ada di tangan kita. Cara kita merespons dan kecepatan memandang dan mengubah sebuah fenomena menjadi satu kesempatan, agaknya diuji di sini. Gampang-gampang susah. Tentunya susahnya akan hilang jika dilandasi oleh keyakinan akan keberhasilan program baru. Bolehkah unit-unit operasional dan ujung tombak daerah semacam UPBJJ-UT memberikan kontribusi, tentu (dan seharusnya) boleh-boleh saja. Umpan yang diberikan dari daerah belum tentu buruk, dan tidak selalu lebih baik. Namun perlu dicoba. Caranya gampang. Tim kecil di UT bisa mengembangkan beberapa daftar pertanyaan yang sekiranya bisa menjadi potensi pengembangan produk baru di UT (prodi, red.). Inti dari kegiatan sarasehan yang diikuti oleh seluruh pimpinan dan dosen di Kantor UT Pusat (di UTCC) dan UPBJJ (melalui video conference) ini adalah memberikan pemahaman dan kesadaran terhadap tantangan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh. “Sudah bukan lagi saatnya bagi kita berdiam diri. Harus ada inovasi yang ditunjukkan dan ditawarkan kepada masyarakat”, kata Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D – salah satu narasumber sarasehan pada hari kedua. Bahkan menurutnya, hal baru bagi kita yang juga sudah dilakukan oleh UT-nya Pakistan bahwa, penyelenggaraan pendidikan jarak jauh secara online sudah sangat menjamur. “Proses belajarnya sudah hampir seluruhnya online, dan ujiannya pun begitu. Pakistan sudah melakukan ujian online secara gratis, sedangkan untuk ujian non online (tulis atau langsung) justru berbayar”. Beberapa nara sumber yang hadir dalam sarasehan yang diselenggarakan di UTCC ini antara lain adalah Direktur Seameo Seamolec, Staf Ahli AkademikKementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Prof. Paulina Pannen, M.Ed., Ph.D). Pada kesempatan tersebut Prof. Paulina Panen menyampaikan UT sudah bukan lagi satu-satunya institusi penyelenggara pendidikan jarak jauh di Indonesia. “Sudah ada perguruan tinggi lain yang menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, kebanyakan di Cina, dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh. Oleh karena itu, inovasi UT harus lebih dan makin tajam supaya masyarakat Indonesia makin memiliki opsi beragam untuk maju dengan kuliah jarak jauh ini”. Menengarai paparan ini, UT agaknya harus segera bangun dari tidur pulasnya. Masyakarat Indonesia perlu diberi kejutan dengan berbagai inovasi, agar mereka bangun dan kembali berhasrat dengan UT. Semoga ….(hasca)
Membangun Kemitraan, Memajukan UT
Banyak cara bisa ditempuh agar sebuah institusi semakin dikenal dan berkembang. Salah satunya yang dilakukan oleh UPBJJ-UT Semarang dalam kegiatan rapat koordinasi pengurus kelompok belajar (rakor pokjar). Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari di Hotel Ibis Kota Semarang ini, dihadiri oleh seluruh pengurus pokjar dari 13 kabupaten/ kota yang dinaungi oleh UPBJJ-UT Semarang. Kehadiran pengurus pokjar membawa semangat dan warna baru, di saat Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr Suparti, M.Pd hadir di kota loenpia ini tepat sebulan lalu. Berbagai informasi terbaru disampaikan oleh Kepala UPBJJ-UT Semarang dan tim, yang sudah berbagi tugas dalam kegiatan yang juga diiringi dengan penantanganan MoU UT dengan pengurus pokjar untuk masa 2018. Dalam kesempatan ini, hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Bapak Drs. Gatot Bambang Hastowo, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang positif terkait pendidikan tinggi, terbuka, dan jarak jauh. “Bagi saya, UT bukan hal baru. Sudah banyak peran UT dalam mencerdaskan bangsa. Ke mana pun kita pergi di negeri ini, akan kita temui alumni UT. Kebesaran dan kejayaan UT sudah tidak diragukan lagi. Untuk itu, marilah kita bekerja sinergis untuk kemajuan pendidikan Jawa Tengah”, ucapnya. Harapan tinggi ia sandarkan kepada UT, agar pada waktu yang akan datang dapat semakin maju dan diterima masyarakat. “Inovasi perlu terus diupayakan agar kebutuhan pendidikan selaras dengan kompetensi yang dituntut oleh berbagai bidang kerja”. Selaku penyelenggara kegiatan tahunan, UPBJJ-UT Semarang mengucapkan terima kasih terhadap apresiasi yang diberikan oleh pemerintah. “Pada dasarnya, UT akan selalu mengikuti ketentuan pemerintah, bekerja sama dengan semua pihak secara kolaboratif, sehingga akan tercipta suasana kerja kondusif”, kata Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr. Suparti, M.Pd. Ia berharap, melalui kegiatan koordinatif ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat yang ingin, sedang, dan sudah pernah belajar di UT. “Penting bagi kami untuk terus berbenah, sehingga kami tidak lupa bahwa masih ada banyak hal yang harus diperbaiki. Untuk itu, kami berharap agar seluruh kendala yang dialami oleh Bapak dan Ibu dapat disampaikan di forum ini, sehingga kita semua yang hadir di sini dapat saling mengisi dan memperbaiki kendala tersebut”, imbuhnya. Secara umum, pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik, lancar, dan tertib. Beberapa pengurus pokjar yang sempat ditemui menyatakan kegembiraannya karena dapat bekerja sama lagi dengan UT. “Tujuan utama acara ini adalah sosialisasi kebijakan baru dan ajang untuk saling mengenal – utamanya dengan Kepala UPBJJ-UT Semarang yang baru. Ini penting bagi kami dan kami akan berupaya meningkatkan bentuk kerja sama yang selama ini sudah terjalin. (hasca)