Dongkrak Page View Tahunan, UT Gandeng Landing Portal Strategis

Panas terik menyengat sebagian calon penumpang yang mau mudik lebaran beberapa waktu lalu. Beberapa orang yang duduk di trotoar salah satu terminal bis umum mengibatkan lembaran kipas. Dihalaunya panas sambil mengusap peluh di saat puasa. Sejurus kemudian, tampak beberapa anak muda menghampiri dan membagikan kipas setengah lingkaran warna biru. Mereka terima dan berujar, “wah dari UT ya? Makasih, Mas.. Lumayan”. Begitulah kira-kira yang dilakukan oleh sebagian kecil staf UT yang peduli dan ingin memperkenalkan UT di hati masyarakat. Tanpa rasa malu dan sambil menahan teriknya cuaca terminal, mereka pun membuktikan bahwa dirinya bisa berbuat sesuatu untuk kemajuan negeri. Memang, kipas kertas setengah lingkaran bukan satu-satunya merchandise UT. Masih ada banyak lagi ragamnya. Tapi, kipas jadi alat pengusir gerah alternatif yang bisa dipakai oleh mereka sambil membaca isi produk UT. Di lokasi lain, gerbong kereta api pengantar penumpang dari Stasiun Gambir ke Solo Balapan, juga disuguhi informasi tentang UT melalui TV Kabel PT KAI. Kerja sama lintas instansi ini memang dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang produk UT. Upaya ini memang tidak mudah, dan tidak pula murah. Guna memperluas jejaring koneksi semacam ini pasti membutuhkan waktu lumayan lama. Negosiasi, unjuk materi pratayang, dan kecocokan harga selalu mewarnai proses pemasangan iklan. Masih ada lagi yang dilakukan UT selain dua cara tadi. Belakangan, kita bisa menikmati sajian iklan pada laman detik.com, okezone.com, dan kapanlagi.com. Terpaan media yang begitu gencar dilakuka  oleh UT bukan tanpa alasan. Selain untuk meraih IKU (indikator kinerja utama) tinggi, juga meningkatkan citra UT pada publik luar. Melalui IKU – yang ditekankan pada program layanan sumber pembelajaran terbuka kepada masyarakat berskala nasional – UT sudah menggenjotnya dengan harapan ada capaian angka tiga juta pengunjung (hits / page view) di tahun ini. Tahun depan harus naik lagi, tentunya. Untuk itulah, landing portal yang UT gunakan untuk kepentingan ini adalah portal swasta yang punya reputasi bagus, misalnya detik.com tersebut. Kemenristek Dikti sangat berharap bahwa page view untuk website UT, salah satunya pada laman SUAKA UT – makin meningkat. Paling tidak, UT punya lima sajian tautan yang icon utamanya adalah tentang website UT. Bagi kementerian ini, indikator kinerja website suatu perguruan tinggi dapat menunjukkan kinerja website mereka. Adapun bagi Kementertian Keuangan, indikator kinerja website akan memberikan penilaian terhadap pengelolaan keuangan dan tata kelola perguruan tinggi. Ini artinya, UT masih harus terus bekerja keras guna mencapai target yang dicanangkan dengan menggandeng beberapa portal strategis, penyedia fasilitas umum, atau outdoor publisher lain yang memberikan dampak serta citra positif bagi UT. (hasca)  

Tips Usai Ujian Sidang Program Magister di UPBJJ-UT Semarang

“Menunda Berarti Kehilangan Kesempatan” Untuk mempertahankan keaktifan studi seseorang, dibutuhkan penanganan khusus. Bukan sekedar menyapa dan memberikan reminder tetapi lebih dari itu. “Untuk itulah, Anda yang sudah hadir di ujian kali ini, dan nanti ada masukan dari penguji, segeralah melakukan revisi. Jangan ditunda lagi karena hal itu akan menunda kesempatan Anda dalam meraih gelar yang diinginkan”. Begitulah sambutan Kepala UPBJJ-UT Semarang, Dr Suparti, M.Pd., sekaligus sebagai Ketua Komisi Ujian Sidang beberapa waktu lalu di hadapan peserta ujian sidang TAPM Magister Administrasi Publik (MAP). Sebanyak tiga mahasiswa MAP yang berdomisili di Kabupaten Wonogiri dan Klaten hadir bersiap diuji oleh Dr. Sri Suwartiningsih, Prof. Dr. Sri Suwitri, M.Si., dan Dr. Liestyodono B. Irianto, M.Si. Ketiganya berasal dari perguruan tinggi yang berbeda, yakni: Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Universitas Diponegoro, dan Universitas Terbuka. Tiga kandidat ini merupakan bagian dari 25 mahasiswa Program MAP (bantuan studi dari BKKBN) yang hingga saat ini sudah sebanyak 17 orang yang telah usai penyusunan Tugas Akhir Program Magister (tesis) sampai ujian sidang. Dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 ini, tiap kandidat wajib mempresentasikan hasil penelitiannya, maksimal 20 menit. Setelah mendengarkan presentasi dari tiap peserta tersebut, para penguji mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan yang sangat konstruktif. Mereka bahkan berharap agar perbaikan tesis yang dikembangkan oleh mahasiswa, tidak lebih dari satu bulan. “Saya mewakili para penguji yang hadir di sini, inginnya selesai cepat. Nggak perlu lama-lama karena Anda juga harus bekerja dan melakukan hal penting lainnya. Jika Anda menunda, maka akan hilanglah kesempatan yang mungkin saja cocok buat Anda. Anda akan rugi sendiri kalau tidak segera memperbaiki ini”, papar Dr. Sri Suwartiningsih selaku Penguji 1. Begitulah advis para penguji terhadap peserta ujian yang semuanya adalah staf pada Kantor BKKBN Kabupaten Wonogiri dan Klaten. Ujian yang dilaksanakan secara tertutup ini berlangsung dengan tertib. Hal ini dibuktikan oleh pelaksanaan kegiatan yang berlangsung sesuai jadwal dan keikutsertaan mahasiswa sejak awal hingga akhir kegiatan. (hasca)  

UAS Pendas 20172

UAS Pendas 2017/2018.1 (2017.2) dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu tanggal 2 dan 3 Desember 2017